Klaster
PROSES PEMBUATAN 6-(1-TERSIER BUTILAMIN ETAN-1-OL) -1,3-BENZODIOKSAN SEBAGAI PREKURSOR OBAT SALBUTAMOL
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan prekursor obat salbutamol dari bahan baku 4-hidroksiasetofenon melalui empat tahapan, yaitu tahap pembentukan 6-asetil-1,3-benzodioksan, 6-(2-bromo asetil)-1,3-benzodioksan, 6-(2-tersier butilamin asetil)-1,3-benzodioksan, dan 6-(2-tersier butilamin etan-1-ol)-1,3-benzodioksan. Produk pembuatan dikarakterisasi menggunakan spekstroskopi 1H- dan 13C-NMR, yang menunjukkan bahwa keempat spektrum tersebut telah sesuai dengan struktur senyawa hasil pembuatan.
Pangan dan Kesehatan
PROSES PEMBUATAN BIOFLOKULAN MENGGUNAKAN BAKTERI Citrobacter freundii STRAIN SKC-4 UNTUK MENJERNIHKAN LIMBAH TAMBANG
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan bioflokulan menggunakan bakteri Citrobacter freundii strain SKC-4 untuk menjernihkan limbah tambang. Pada invensi ini, bakteri Citrobacter freundii SKC-4 ditumbuhkan dalam medium SKC2-broth (air laut + molase sebesar 15 g/L). Proses pembuatan bioflokun pada invensi ini menggunakan 4 medium tumbuh bakteri yang berbeda yaitu air laut dan molase sebesar 15 g/L, air laut sebanyak 1 liter, air laut dan urea sebesar 0,3 g/L, air laut dan molase sebesar 15 g/L yang ditambah urea sebesar 0,3 g/L, dengan persen inokulum sebesar 10% dan memvariasikan kadar urea sebesar 0,1 g/L; 0,3 g/L; dan 0,5 g/L. Hasil diperoleh pada pengujian bioflokulasi menunjukkan bahwa pada medium dengan menggunakan air laut dengan urea 0,3 g/L dan persen volume bakteri 10% dapat menurunkan kandungan TSS menjadi 75,66 mg/L dengan flocculating rate sebesar 99,60% dan menaikkan pH menjadi 6,16. Selain itu, pengujian bioflokulasi ini dapat menurunkan konsentrasi Fe dan Mn terlarut sebesar 99,88% dan 79,04%. Dengan rendahnya kandungan TSS dan konsentrasi Fe dan Mn terlarut dalam limbah dan adanya senyawa metabolit dari bakteri Citrobacter freundii SKC-4 yang dapat mereduksi lempung illite dan senyawa logam lainnya, maka invensi ini sangat berpotensi untuk diaplikasikan sebagai bioflokulan.
Rekayasa Transportasi dan Energi
PROSES PEMBUATAN BIOFLOKULAN MENGGUNAKAN BAKTERI Bacillus aryabhattai strain SKC-9 YANG DAPAT MENGENDAPKAN LIMBAH TSS
Paten ini berkaitan dengan proses pembuatan bioflokulan menggunakan bakteri Bacillus aryabhattai SKC-9 yang dapat mengendapkan limbah TSS. Pada invensi ini, bakteri Bacillus aryabhattai strain SKC-9 yang telah ditumbuhkan di dalam 10 medium kaldu Luria-Bertani (LB). Penumbuhan bakteri ini dilakukan pada gyrotary shaker dengan kecepatan 125 rpm pada temperatur 25 oC dengan waktu inkubasi selama 3 hari. Untuk menguji kemampuan bakteri Bacillus aryabhattai strain SKC-9 sebagai bioflokulan, maka dilakukan pengujian emulsification 15 index (EI) dan kurva tumbuh bakteri serta pengujian bioflokulasi. Pengujian dilakukan pada empat medium berbeda, yaitu SKC broth dengan kandungan air laut dan molase sebesar 15 g/L; SKC broth modifikasi dengan kandungan air laut dan molase sebesar 15 g/L yang ditambah urea sebesar 0,5 g/L; 20 SKC 2 broth dengan kandungan air laut dan pome sebesar 15 g/L; dan SKC 2 broth modifikasi dengan kandungan air laut dan pome 25 g/L yang ditambah urea sebesar 0,5 g/L. Parameter yang dilihat dari pengujian ini adalah kadar TSS (mg/L) dan laju pengendapan. Hasil terbaik yang diperoleh 25 pada percobaan bioflokulasi menunjukkan bahwa medium SKC broth modifikasi dapat menurunkan kadar TSS menjadi 119,49 mg/L dengan laju pengendapan 0,35 cm/menit. Dengan demikian, maka bakteri Bacillus aryabhattai strain SKC-9 pada invensi ini telah terbukti mampu sebagai bioflokulan.
Rekayasa Transportasi dan Energi
STRAIN BAKTERI Luteococcus sanguinis SKC/VA-4 SEBAGAI AGEN BIOLEACHING Pb DARI KONSENTRAT SPHALERITE
Paten ini berkaitan dengan strain bakteri Luteococcus sanguinis SKC/VA-4 yang disimpan pada “MCCITB Microbial Culture Collection”, Lembaga Pengembangan Ilmu dan Teknologi, Institut Teknologi Bandung dengan nomor akses untuk sekuensing gen 16S rRNA adalah “MT341784” dan nomor penyimpanan “MCCITB 49”. Bakteri Luteococcus sanguinis strain SKC/VA-4 memiliki kemampuan sebagai agen bioleaching Pb dari konsentrat sphalerite. Bakteri pada invensi ini diisolasi dari sampel campuran minyak bumi dan deposit karat pipa, memiliki sekuen gen 16S rDNA dengan panjang sekuens 1471 bp dan memiliki similaritas 88,00% terhadap Luteococcus sanguinis strain CCUG 33897T (NR 025507.1).
Rekayasa Transportasi dan Energi
PROSES PENGOLAHAN BATUBARA MENGGUNAKAN BAKTERI Pseudomonas plecoglossicida STRAIN SKC/SH-9 SEBAGAI PENGOKSIDASI PIRIT UNTUK MENGURANGI KANDUNGAN SULFUR DAN ABU BATUBARA
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pengolahan batubara menggunakan bakteri Pseudomonas plecoglossicida SKC/SH-9 sebagai pengoksidasi pirit untuk mengurangi kadar sulfur dan abu batubara. Proses pengolahan batubara pada invensi ini menggunakan medium SKC-broth tanpa pengaturan pH pada temperatur ruang (25°C) selama 7 hari. Bakteri Pseudomonas plecoglossicida SKC/SH-9 ini akan melarutkan pirit sebagai penyumbang utama sulfur anorganik sehingga menghasilkan pengurangan sulfur mencapai 61,17% dan pengurangan abu mencapai 55,37% pada biobenefisasi selama 28 hari dengan konsentrasi inokulum sebesar 20% (v/v), persen padatan 10% (b/v), dan ukuran partikel -28+35 mesh. Proses ini dapat diaplikasikan dalam skala besar untuk meningkatkan menghilangkan sulfur dan abu secara ekonomis sehingga nilai kalor batubara meningkat dan pembakaran batubara lebih ramah lingkungan.
Industri Kreatif
Proses Pembuatan 1,2 - Pentanadiol dari Furfural dengan Katalis Vanadil@MOF-808
-
Pangan dan Kesehatan
PROSES PENGOLAHAN BIJIH EMAS REFRAKTORI MENGGUNAKAN BAKTERI Comamonas thiooxydans STRAIN SKC/SAA-1 SEBAGAI PENGOKSIDASI SULFUR UNTUK MENINGKATKAN NILAI REKOVERI EMAS
Invensi ini berkaitan dengan suatu proses pengolahan bijih emas refraktori menggunakan bakteri Comamonas thiooxydans strain SKC/SAA-1 sebagai pengoksidasi sulfur untuk meningkatkan nilai ekstraksi emas. Pengolahan bijih emas pada invensi ini menggunakan proses biooksidasi untuk membebaskan molekul emas yang terperangkap dalam mineral lain menggunakan bakteri Comamonas thiooxydans strain SKC/SAA-1 dalam medium SKC-broth modifikasi dengan menggunakan molase sebagai sumber karbon dan air laut sebagai sumber mineral. Proses biooksidasi selama 7 hari pada temperatur ruang (25 °C) ini akan melarutkan besi dan logam lain yang memerangkap molekul emas di dalam bijih. Dengan demikian, pelindian dengan sianidasi terhadap bijih hasil biooksidasi akan lebih mudah dan emas yang terekstraksi semakin banyak. Biooksidasi dilakukan dengan variasi persen inokulum, variasi medium, dan variasi waktu biooksidasi. Persen ekstraksi emas tertinggi diperoleh pada nilai 57,42% dengan konsentrasi inokulum 10% dalam medium yang terdiri dari 4 g/L molase, 2 g/L FeSO4.7H2O, dan 9 g/L pirit (FeS2) pada pH awal 1 selama 7 hari biooksidasi.
Rekayasa Transportasi dan Energi
Sarang Lebah Trigona Modular
Invensi ini mengenai sarang lebah untuk memanen propolis dan madu yang terdiri dari (a) tutup sarang (1) dengan pengganjal (1a) yang ditempatkan pada bagian paling atas, yang membentuk ventilasi (v) jika ditutupkan di bagian atas sarang lebah; (b) ram (3) yang dijepit oleh bingkai atas (2a) dan bawah (2b), sebagai tempat lebah mengumpulkan propolis, yang dicirikan dimana ram (3) bisa dilepas dari penjepit bingkai bagian atas (2a) dan bawah (2b) dan bisa dilipat untuk memudahkan memanen propolis; (c) kotak sarang (4) yang ditempatkan di dasar konstruksi sarang yang berfungsi sebagai tempat koloni lebah dan memiliki lubang masuk sarang (a) di bagian lebar (L) kotak sarang (4); (d) pot madu buatan (5) yang ditempatkan di dasar bagian dalam kotak sarang (4), dibawah ram (3), yang berfungsi sebagai tempat koloni lebah menyimpan madu. Dengan adanya invensi ini, maka akan tersedia sarang lebah yang dapat meningkatkan produktivitas dan memudahkan pemanenan propolis, memudahkan proses ekstraksi propolis dan memudahkan pemanenan madu.
Pangan dan Kesehatan
ULIR MODUDAN PROFIL SELUBUNG MESIN ULIR TUNGGAL UNTUK EKSTRAKSI MINYAK NABATI
Invensi ini berkaitan dengan mesin ekstraksi mekanik ulir tunggal modular (susunan ulir dapat diubah-ubah) yang dikombinasikan dengan penyaring vakum untuk menghasilkan rendemen minyak tinggi dari bahan baku biji-bijian. Mesin ekstraksi mekanik ulir tunggal modular memiliki susunan yang kompak, mudah diproduksi, dan mudah dirawat yang terdiri dari motor, gear box, back bearing set, hopper/pengumpan bahan baku, barrel set/set selubung, screw set/set ulir, dan front bearing set. Set ulirterdiri dari driven shaft, poros ulir, ulir transport, ulir maju, ulir balik, ulir diam, dan sistem pengunci ulir yang akan memudahkan pengaturan susunan konfigurasi ulir sesuai kondisi bahan baku serta mudah dibongkar pasang. Sistem pengunci ulir terdiri dari mounting, nut, adjuster bolt, dan adjuster nut yang akan membuat set ulir stabil dan kuat ketika proses ekstraksi berlangsung. Pada bahan baku biji nyamplung, susunan konfigurasi ulir T66/F16/I41/I41/I41/I41/F16/F10 dapat memberikan rendemen minyak hingga 63% dengan adanya penambahan sekam (berdasarkan basis kering biji).
Rekayasa Transportasi dan Energi
Apabila terdapat pihak yang berminat melakukan komersialisasi Kekayaan Intelektual, dipersilakan untuk menghubungi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi.