Klaster

TOP GREEN

Deterjen Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Organik dengan Merek TOP GREEN

Smart City

Hak Cipta
ABCD-19: Aplikasi Bantu deteksi CoviD-19 berbasis Kecerdasan Buatan

Pada tanggal 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia / World Health Organization (WHO) menetapkan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi global. Pemerintah Indonesia juga bergerak cepat menetapkan COVID-19 sebagai pandemi dengan menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Disamping itu, pandemi COVID-19 ditetapkan sebagai bencana nasional nonalam berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional. Di akhir Tahun 2022, pemerintah Indonesia mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia pada Hari Jumat, 30 Desember 2022 yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022. Namun demikian, masih terdapat kasus COVID-19 dengan kasus harian mencapai 1,7 kasur per 1.000.000 penduduk. Oleh karena itu, deteksi COVID-19 masih diperlukan. Selain itu, salah satu penyakit paru yang banyak diderita oleh pasien adalah pneumonia. Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Infeksi ini menyebabkan kerusakan alveoli. Gejala yang timbul antara lain demam, batuk, sesak napas, dan sakit dada. Menurut WHO, pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak, sekitar 14% kematian anak usia di bawah lima tahun disebabkan oleh pneumonia. Sementara, kondisi di Indonesia juga tidak jauh berbeda, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, prevalensi pneumonia pada balita mencapai 2,1%. Berdasarkan data Tahun 2021, pneumonia menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di bawah lima tahun. Berdasarkan data yang diambil dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang termuat di halaman situs http://kki.go.id/index.php/report/rekap_data (diakses pada 31 Januari 2023), hanya terdapat 1.431 dokter spesialis paru (Sp.P) di seluruh Indonesia. Menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini, idealnya terdapat minimal 2.500 dokter Sp.P di Indonesia. Salah satu cara yang paling umum untuk mendeteksi COVID-19 maupun pneumonia adalah menggunakan citra sinar-X thoraks atau dada (chest X-ray). Deteksi berbasis citra sinar-X thoraks ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu: Mesin sinar-X relatif banyak tersedia di seluruh penjuru Indonesia, baik itu di rumah sakit; klinik; maupun laboratorium klinik. Biaya/harga relatif terjangkau. Hasil foto sinar-X dapat diperoleh dengan cepat. Dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat keparahan. Berdasarkan beberapa latar belakang di atas serta seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent / AI) di bidang medis, maka perlu dikembangkan sistem bantu deteksi COVID-19 maupun pneumonia menggunakan citra sinar-X thoraks berbasis kecerdasan buatan. Salah satu yang telah dikembangkan adalah Aplikasi Bantu deteksi CoviD-19 berbasis Kecerdasan Buatan yang selanjutnya disingkat dan disebut ABCD-19. ABCD-19 ini tidak bertujuan menggantikan peran tenaga kesehatan dalam penegakan diagnosis COVID-19 maupun pneumonia. Sehingga, hasil yang diperoleh dari ABCD-19 ini bukan hasil diagnosis. Oleh karena itu, setiap hasil yang diperoleh dari ABCD-19 ini perlu dikonsultasikan lebih lanjut ke tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan menegakkan diagnosis COVID-19 maupun pneumonia. ABCD-19 dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Python versi 3. Bahasa pemrograman ini dipilih karena faktor kemudahan penggunaannya karena berbasis skrip (script-based). Dengan menggunakan bahasa pemrograman ini, pengguna tidak perlu melakukan proses instalasi perangkat lunak, pengguna hanya perlu menjalankan skrip. Namun demikian, sebelum dapat menjalankan skrip tersebut, pengguna perlu memastikan beberapa skrip Library telah terdapat di komputer. Salah satu kelebihan utama perangkat lunak berbasis skrip menggunakan Python adalah tidak bergantung sistem operasi (operating systems dependend). Salah satu fitur utama ABCD-19 adalah sistem bantu deteksi ini dapat melakukan klasifikasi 4 (empat) kelas, yaitu: Normal, COVID-19, Pneumonia, dan Lung Opacity.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta
PERANGKAT LUNAK ERGO POSTURE ANALYSIS SYSTEM (ERGO-PAS) UNTUK SISTEM PERINGATAN RISIKO GANGGUAN OTOT-RANGKA

Perangkat lunak Ergo Posture Analysis System Ergo pass dikembangkan berbasis android untuk penilaian posisi kerja yang berkaitan dengan risiko gangguan otot-rangka. Aplikasi ini dapat digunakan oleh pekerja untuk memberikan peringatan terkait posisi kerja yang buruk yang berisiko gangguan otot-rangka. Selain itu, aplikasi ini juga dapat digunakan oleh pihak manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perusahaan untuk mengevaluasi posisi kerja yang berisiko gangguan otot-rangka pada berbagai jenis pekerjaan.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta
Penangkapan Ikan Terukur

Penangkapan ikan terukur adalah teknologi yang bertujuan untuk memudahkan proses pendataan serta identifikasi jenis ikan yang ditangkap oleh nelayan, nelayan akan menyerahkan kepada pihak TPI (Tempat Pelelangan Ikan) untuk dilelang dan dijual kepada pengepul kecil maupun besar untuk dijual kembali kepada konsumen lokal, supermarket, dan industri. Penangkapan ikan terukur ini dbuat karena terdapat masalah yang terjadi di TPI wilayah Cantigi. Pertama kurangnya informasi terkait tangkapan nelayan dari mulai lokasi, jumlah penangkapan ikan, dan jenis ikan yang ditangkap. Kedua tidak adanya proses pelelangan yang terjadi di TPI melainkan penjualan ikan dilakukan secara konvensional dengan harga ikan ditetapkan sesuai jenisnya. Inovasi yang dicoba untuk membantu masalah tersebut yaitu membuat timbangan yang dilengkapi perangkat IoT, timbangan ini memiliki fitur yang dapat menginput data jenis, berat, ukuran serta kesegaran ikan tangkapan nelayan, sehingga nantinya data ikan ini dapat ditampilkan melalui aplikasi mobile untuk dilakukan proses pelelangan secara online.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta
Smart Waste Bin (Sensor)

Smart Waste BIN (SWB) adalah teknologi yang memudahkan petugas sampah untuk melakukan monitoring terhadap kondisi tempat sampah dan menghimbau khususnya kepada masyarakat dan pengunjung untuk tetap membuang sampah pada tempatnya di daerah Dipatiukur, Dago, Ganesha, dan Braga. Sistem SWB di tenagai menggunakan aki kering sehingga perangkat IOT akan menyala dan mulai membaca volume sampah menggunakan sensor jarak, sensor dirancang hanya membaca volume sampah saat tempat sampah tertutup, data yang didapat akan diolah oleh mikrokontroller dan dikirim oleh modul GSM kepada cloud server, sehingga dapat diolah kembali dan diakses oleh web developer untuk memudahkan melakukan pemantauan volume sampah melalui platform Living Lab.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta
Modul Sosialisasi Mini Tenis

Merupakan modul untuk pelaksanaan permainan mini tenis baik bagi anak-anak pada rentang sekolah dasar.

Pangan dan Kesehatan

Hak Cipta
Leak Detector Version 1.0

Leak Detector Version 1.0 merupakan perangkat lunak versi desktop yang dikembangkan oleh tim peneliti Research Consortium Optimization of Pipeline Network, Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung (RC-OPPINET P2MS ITB) bekerja sama dengan mitra industri PT Scada Prima Cipta dalam program Matching Fund Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek. Software Leak Detector Version 1.0 dapat digunakan untuk memprediksi lokasi kebocoran pada sebuah pipa transmisi minyak.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta
Pemetaan Tingkat Aktivitas Fisik Siswa SD dan SMP se-Pulau Jawa Berdasarkan Demografi Lokasi Sekolah Sebagai Langkah Pencegahan Penyakit ISPA

poster ini berisikan tentang hasil laporan pengabdian masyrakat yang di danai oleh LPPM ITB yang dilakukan oleh tim KK Ilmu Keolahragaan Sekolah Farmasi ITB tahun 2022. hasil temuan menunjukkan bahwa adanya hubungan yang signfikan antara tinggi nya polusi udara dengan tingkat aktivitas fisik dan gejala ISPA pada usia anak-anak dan remaja se-Pulau Jawa.

Pangan dan Kesehatan

Hak Cipta
Compo Solver Version 1.0

Compo Solver Version 1.0 merupakan perangkat lunak berbasis web (web-based software) yang dikembangkan oleh tim peneliti Research Consortium Optimization of Pipeline Network, Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Institut Teknologi Bandung (RC-OPPINET P2MS ITB) dalam program Riset Unggulan Pusat dan Pusat Penelitian Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Ilmu dan Teknologi. Terdapat 2 (dua) fitur dalam Compo Solver Version 1.0 yaitu sebagai berikut: 1. PEGen Fitur ini dapat digunakan untuk men-generate diagram fasa (phase envelope) berdasarkan masukan data komposisi yang diberikan oleh user. Diagram fasa adalah grafik yang digunakan untuk menunjukkan kondisi kesetimbangan antara fasa gas dan cair suatu fluida hidrokarbon pada berbagi kondisi tekanan dan temperatur. 2. PVT Analyzer Fitur ini dapat digunakan untuk menghitung sifat-sifat fisik fluida hidrokarbon pada berbagai kondisi tekanan dan temperatur menggunakan pendekatan komposisional. Sifat-sifat fluida hidrokarbon yang dapat dihitung menggunakan fitur PVT Analyzer ini adalah sebagai berikut : 1). Z-factor (fasa gas dan/atau cair) 2). Density (fasa gas dan/atau cair) 3). Viscosity (fasa gas dan/atau cair)

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta