Klaster
STASIUN PENGUKUR UDARA AMBIEN DAN PARAMETER METEOROLOGI BERSIFAT PORTABEL DAN DAPAT DIKENDALIKAN SECARA JARAK JAUH
Stasiun pengukur udara ambien dan meteorologi merupakan serangkaian peralatan yang terdiri dari sensor-sensor dan perlengkapan pendukungnya untuk untuk mengukur dan memonitor udara ambien terhadap kondisi pencemarannya dan kondisi meteorologi/cuaca di suatu tempat di mana stasiun tersebut dipasang. Kondisi udara ambien di suatu tempat menjadi parameter penting bagi kesehatan lingkungan dan masyarakatnya. Untuk mengendalikan pencemaran udara akibat kegiatan manusia perlu dilakukan pengawasan terhadap pencemaran udara di lingkungan. Kondisi udara ambien juga dipengaruhi dan memengaruhi meteorologi yang ada. Dengan demikian, kombinasi pengawasan/monitoring udara ambien dan meteorologi menjadi penting dalam rangka mengendalikan pencemaran lingkungan untuk memperoleh kualitas kesehatan lingkungan dan masyarakat yang baik. Invensi ini bertujuan menyediakan suatu stasiun pengukur udara ambien dan parameter meteorologi bersifat portabel dan dapat dikendalikan secara jarak jauh dan berguna secara optimal untuk kegiatan pengawasan kualitas kesehatan udara dan lingkungan. Invensi ini menyediakan suatu stasiun pengukur udara ambien dan parameter meteorologi bersifat portabel dan dapat dikendalikan secara jarak jauh yang terdiri dari modul utama, modul antarmuka, modul sensor gas, modul sensor materi partikulat, modul sensor meteorologi, modul pompa dan modul pendukung
Pangan dan Kesehatan
PROSES PEMBUATAN KOPI BERAS (GREEN BEAN) TERFERMENTASI MENGGUNAKAN BAKTERI PROTEOLITIK, PEKTOLITIK, AMILOLITIK, DAN SELULOLITIK UNTUK MENINGKATKAN CITA RASA
Invensi ini berhubungan dengan suatu proses pembuatan kopi beras (green bean) terfermentasi menggunakan bakteri untuk menghasilkan kopi dengan penilaian cita rasa yang tinggi dan konsisten, terdiri dari tahap-tahap yang diawali dengan menyiapkan kopi beras (green bean) kering yang akan difermentasi dan menyiapkan inokulum bakteri. Inokulum dapat berupa isolat tunggal maupun konsorsium 3 bakteri dengan perbandingan 1:1:1. Selanjutnya inokulum dengan kerapatan 107 sel per ml, ditambahkan pada kopi beras (green bean) kering. Kopi beras selanjutnya diikunbasi selama pada 37C selama delapan jam. Proses fermentasi dihentikan dengan cara mencuci kopi beras (green bean) dengan menggunakan mesin ataupun tangan. Selanjutnya kopi beras (green bean) dikeringkan di bawah matahari, atau dengan menggunakan oven, hingga mencapai kadar air 10-12%. Tujuan utama invensi ini adalah menyediakan proses pembuatan kopi untuk meningkatkan kualitas kopi beras yang konsisten.
Pangan dan Kesehatan
PUPUK ORGANIK CAIR DARI SAMPAH BERBASIS ASAM AMINO UNTUK SEMUA JENIS TANAMAN DAN PROSES PRODUKSINYA
Invensi ini berhubungan dengan proses dan peralatan produksi pupuk organik cair berbasis asam amino dari sampah menggunakan teknologi bioproses enzimatis.
Pangan dan Kesehatan
REVERSE VENDING MACHINE UNTUK MEMPERMUDAH PENGUMPULAN SAMPAH BOTOL PLASTIK YANG TERINTEGRASI DENGAN SISTEM KOMPRESI DAN DAPAT MEMBERIKAN IMBALAN NON TUNAI SECARA OTOMATIS
Invensi ini berupa suatu peralatan reverse vending machine untuk mempermudah pengumpulan sampah botol plastik seperti botol minuman air mineral, teh, minuman isotonik, jus, hingga soft drink. Saat ini kesulitan dalam pengelolaan sampah botol plastik terletak pada proses pengumpulan sampah botol plastik dikarenakan perilaku membuang sampah botol plastik sembarang dan upaya pencegahan tindakan tersebut yang bersifat kuratif (non-preventif). Suatu alat pengumpul sampah botol plastik yang menjadi solusi sesuai invensi ini adalah reverse vending machine yang terdiri dari komponen-komponen sebagai berikut: Casing, raspberry Pi 3B, RFID Reader RC 522, LCD 10,1 inchi, Pi Kamera, 3 buah sensor ultrasonic HC-SR 004, terminal listrik, dan mesin peremuk. Keunggulan alat sesuai invensi ini dapat mempersuasi masyarakat untuk mengumpulkan sampah botol plastik pada alat karena memberikan imbalan non-tunai, menghemat ruang penyimpanan sampah botol plastik dalam mesin karena menggunakan alat kompresi, kebutuhan pemasangan alat sederhana hanya sumber tenaga listrik yang memadai, dan tidak menimbulkan panas berlebih dan tidak menghasilkan suara kencang.
Smart City, Pangan dan Kesehatan
MEMBRAN POLIMER ELEKTROLIT DARI SELULOSA NANO KRISTALIN BONGKOL JAGUNG UNTUK SEL BATERAI ION LITIUM DAN METODE PEMBUATANNYA
Invensi ini berkaitan dengan sediaan bahan membran komposit sebagai elektrolit padatan dan metoda pembuatannya yang disiapkan dari matrik PVA dengan penambahan selulosa nano kristalin dan garam litium untuk sel baterai ion litium. Selulosa nano kristalin berfungsi sebagai bahan pengisi pada pembuatan eletrolit padatan, dan sekaligus juga berperan sebagai penguat, sehingga dapat meningkatkan sifat-sifat mekanik membran polimer elektrolit. Pembuatan membran komposit sebagai elektrolit memiliki beberapa tahapan yaitu: melarutkan PVA dengan komposisi bervariasi ke dalam 10 mL air sampai membentuk larutan yang homogen; mencampurkan litium perklorat dedan selulosa nano kristalin ke dalam larutan PVA dengan komposisi selulosa nano kristalin masing-masing 0%, 2,5%; 5%, 7,5%, dan 10% (b/b); sedangkan komposisi litium perklorat dibuat tetap sebanyak 15%, mengaduk campuran dengan magnetic stirer selama 3 jam pada suhu 80?C hingga terbentuk larutan yang homogen; menempatkan campuran dalam wadah Teflon bentuk segi empat; menguapkan pelarut dari campuran secara perlahan-lahan pada suhu kamar sampai bebas dari pelarut; mengeringkan membran yang terbentuk dalam oven vakum pada suhu 50 oC selama 1 jam agar bebas pelarut hingga membentuk film tipis Membran polimer elektrolit yang dihasilkan memiliki keunggulan antara lain bersifat ramah lingkungan, dapat memiliki hantaran ion sebesar 1,66 x 10-4 S cm-1, tegangan mekanik 36,6 MPa, dan stabilitas termal cukup tinggi di atas suhu 250oC.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
ALAT UNTUK MEMANTAU SINYAL BIOPOTENSIAL JANTUNG MENCIT (MUS MUSCULUS) UNTUK APLIKASI PENDIDIKAN DAN PENELITIAN PRE-KLINIK
Telah dilakukan pengembangan alat untuk memantau sinyal biopotensial jantung mencit sebagai pendukung pendidikan dan penelitian pre-klinik, terdiri dari sangkar pengukuran (3.6) untuk mencit agar mudah untuk dipasang elektroda jarum dan dikondisikan mencit tidak dalam kondisi stress; unit akuisisi data nirkabel (2.3) yang ditempatkan pada kotak penyimpan komponen (3.1) yang diletakkan diatas sangkar pengukuran (3.6), yang berfungsi untuk mengirimkan data sinyal EKG ke computer (1.5); papan penguat TI-ADS1229 (amplifier board)(2.1) yang ditempatkan pada kotak penyimpan komponen (3.1) yang berfungsi untuk menguatkan sinyal biopotensial jantung yang diterima oleh elektroda jarum (1.2); microcontroller (2.2) yang ditempatkan pada kotak penyimpanan komponen (3.1) yang berfungsi untuk mengolah sinyal EKG jantung; elektroda jarum (3.5) yang ditempatkan pada sangkar pengukuran yang tersedia (3.6) yang berfungsi untuk memposisikan kedalaman penusukan elektroda jarum dengan tepat pada bagian daerah jantung mencit, dimana elektroda jarum (3.5) memiliki selongsong berulir (4.3) untuk penuntun penusukan elektroda jarum yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang berputar (rotor) (4.1) dan bagian yang diam (stator) (4.2), dimana keduanya akan membuat elektroda jarum menginvasi jaringan tubuh dengan kedalaman penusukan yang terkendali.
Pangan dan Kesehatan
PROSES PEMBUATAN PELINDUNG WHEEL SAFETY SENSOR BERBAHAN DASAR CAMPURAN EPOKSI DAN NANO SILIKA
Invensi ini terkait dengan pembuatan material pelindung wheel safety sensor yang berbahan dasar campuran epoksi dan nano silika. Invensi ini didasarkan pada pendeknya umur pakai dari material pelindung wheel safety sensor yang saat ini dijual di pasaran. Untuk menanggulangi hal tersebut, epoksi yang merupakan polimer yang memiliki sifat mekanik, ketahanan termal, ketahanan kimia yang baik serta mudah diproses, dikembangkan untuk membuat pelindung wheel safety sensor. Berdasarkan hasil pengujian lapangan, wheel safety sensor yang berbahan dasar epoksi memiliki karakteristik berwarna kuning, memiliki umur pakai sekitar 30-32 minggu, dan dapat menahan beban yang dijatuhkan pada ketinggian 4-5 m
Teknologi Pertahanan dan Keamanan
KURSI ANTI-RANJAU KENDARAAN TEMPUR UNTUK MENGURANGI RISIKO CEDERA PENUMPANG AKIBAT LEDAKAN RANJAU
Kendaraan tempur dan penumpang di dalamnya sangat butuh dilindungi keamanannya dari serangan ranjau. Hal ini disebabkan banyaknya angka kematian atau luka parah penumpang kendaraan tempur akibat ancaman ranjau. Suatu pelindung tambahan primer berupa konstruksi tambahan pada lantai kendaraan tempur dan pelindung tambahan sekunder berupa kursi anti-ranjau menjadi solusi peningkatan keamanan kendaraan tempur dari ancaman ranjau. Pada invensi ini berfokus pada pelindung tambahan sekunder berupa kursi anti-ranjau yang dapat mengisolasi gerakan penumpang selama ledakan ranjau terjadi melalui penggunaan sandaran kaki, pemasangan yang fleksibel, dan sabuk pengaman. Kursi anti-ranjau ini dapat mengurangi risiko cedera penumpangnya terhadap ancaman ledakan ranjau, memiliki bentuk yang sederhana, jumlah komponen yang sedikit, dan mudah disesuaikan pemasangannya untuk berbagai jenis kendaraan tempur.
Teknologi Pertahanan dan Keamanan, Rekayasa Transportasi dan Energi
ALAT DETEKSI DEBIT OKSIGEN RENDAH PADA ALAT BANTU PERNAPASAN
Sesuai invensi ini disediakan suatu alat deteksi debit oksigen rendah yang mudah dibuat dengan konstruksi sederhana, yang dipasang pada alat bantu pernapasan. Alat deteksi debit oksigen rendah meliputi komponen-komponen sebagai berikut: tabung ukur debit oksigen, bola penanda debit oksigen, sumber cahaya, detektor cahaya dan mikropresesor. Alat deteksi debit oksigen rendah ini bekerja mendeteksi debit oksigen yang masuk pada alat bantu pernapasan, ketika laju volume oksigen kurang dari 3 L/menit, maka alat ini akan memberikan input sinyal pada mikroprosesor untuk selanjutnya memberikan perintah pada alarm debit oksigen rendah untuk berbunyi memberikan peringatan pada pengguna.
Pangan dan Kesehatan
Apabila terdapat pihak yang berminat melakukan komersialisasi Kekayaan Intelektual, dipersilakan untuk menghubungi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi.