Klaster
MEMBRAN POLIMER ELEKTROLIT DARI SELULOSA NANO KRISTALIN BONGKOL JAGUNG UNTUK SEL BATERAI ION LITIUM DAN METODE PEMBUATANNYA
Invensi ini berkaitan dengan sediaan bahan membran komposit sebagai elektrolit padatan dan metoda pembuatannya yang disiapkan dari matrik PVA dengan penambahan selulosa nano kristalin dan garam litium untuk sel baterai ion litium. Selulosa nano kristalin berfungsi sebagai bahan pengisi pada pembuatan eletrolit padatan, dan sekaligus juga berperan sebagai penguat, sehingga dapat meningkatkan sifat-sifat mekanik membran polimer elektrolit. Pembuatan membran komposit sebagai elektrolit memiliki beberapa tahapan yaitu: melarutkan PVA dengan komposisi bervariasi ke dalam 10 mL air sampai membentuk larutan yang homogen; mencampurkan litium perklorat dedan selulosa nano kristalin ke dalam larutan PVA dengan komposisi selulosa nano kristalin masing-masing 0%, 2,5%; 5%, 7,5%, dan 10% (b/b); sedangkan komposisi litium perklorat dibuat tetap sebanyak 15%, mengaduk campuran dengan magnetic stirer selama 3 jam pada suhu 80?C hingga terbentuk larutan yang homogen; menempatkan campuran dalam wadah Teflon bentuk segi empat; menguapkan pelarut dari campuran secara perlahan-lahan pada suhu kamar sampai bebas dari pelarut; mengeringkan membran yang terbentuk dalam oven vakum pada suhu 50 oC selama 1 jam agar bebas pelarut hingga membentuk film tipis Membran polimer elektrolit yang dihasilkan memiliki keunggulan antara lain bersifat ramah lingkungan, dapat memiliki hantaran ion sebesar 1,66 x 10-4 S cm-1, tegangan mekanik 36,6 MPa, dan stabilitas termal cukup tinggi di atas suhu 250oC.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
ALAT UNTUK MEMANTAU SINYAL BIOPOTENSIAL JANTUNG MENCIT (MUS MUSCULUS) UNTUK APLIKASI PENDIDIKAN DAN PENELITIAN PRE-KLINIK
Telah dilakukan pengembangan alat untuk memantau sinyal biopotensial jantung mencit sebagai pendukung pendidikan dan penelitian pre-klinik, terdiri dari sangkar pengukuran (3.6) untuk mencit agar mudah untuk dipasang elektroda jarum dan dikondisikan mencit tidak dalam kondisi stress; unit akuisisi data nirkabel (2.3) yang ditempatkan pada kotak penyimpan komponen (3.1) yang diletakkan diatas sangkar pengukuran (3.6), yang berfungsi untuk mengirimkan data sinyal EKG ke computer (1.5); papan penguat TI-ADS1229 (amplifier board)(2.1) yang ditempatkan pada kotak penyimpan komponen (3.1) yang berfungsi untuk menguatkan sinyal biopotensial jantung yang diterima oleh elektroda jarum (1.2); microcontroller (2.2) yang ditempatkan pada kotak penyimpanan komponen (3.1) yang berfungsi untuk mengolah sinyal EKG jantung; elektroda jarum (3.5) yang ditempatkan pada sangkar pengukuran yang tersedia (3.6) yang berfungsi untuk memposisikan kedalaman penusukan elektroda jarum dengan tepat pada bagian daerah jantung mencit, dimana elektroda jarum (3.5) memiliki selongsong berulir (4.3) untuk penuntun penusukan elektroda jarum yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang berputar (rotor) (4.1) dan bagian yang diam (stator) (4.2), dimana keduanya akan membuat elektroda jarum menginvasi jaringan tubuh dengan kedalaman penusukan yang terkendali.
Pangan dan Kesehatan
PROSES PEMBUATAN PELINDUNG WHEEL SAFETY SENSOR BERBAHAN DASAR CAMPURAN EPOKSI DAN NANO SILIKA
Invensi ini terkait dengan pembuatan material pelindung wheel safety sensor yang berbahan dasar campuran epoksi dan nano silika. Invensi ini didasarkan pada pendeknya umur pakai dari material pelindung wheel safety sensor yang saat ini dijual di pasaran. Untuk menanggulangi hal tersebut, epoksi yang merupakan polimer yang memiliki sifat mekanik, ketahanan termal, ketahanan kimia yang baik serta mudah diproses, dikembangkan untuk membuat pelindung wheel safety sensor. Berdasarkan hasil pengujian lapangan, wheel safety sensor yang berbahan dasar epoksi memiliki karakteristik berwarna kuning, memiliki umur pakai sekitar 30-32 minggu, dan dapat menahan beban yang dijatuhkan pada ketinggian 4-5 m
Teknologi Pertahanan dan Keamanan
KURSI ANTI-RANJAU KENDARAAN TEMPUR UNTUK MENGURANGI RISIKO CEDERA PENUMPANG AKIBAT LEDAKAN RANJAU
Kendaraan tempur dan penumpang di dalamnya sangat butuh dilindungi keamanannya dari serangan ranjau. Hal ini disebabkan banyaknya angka kematian atau luka parah penumpang kendaraan tempur akibat ancaman ranjau. Suatu pelindung tambahan primer berupa konstruksi tambahan pada lantai kendaraan tempur dan pelindung tambahan sekunder berupa kursi anti-ranjau menjadi solusi peningkatan keamanan kendaraan tempur dari ancaman ranjau. Pada invensi ini berfokus pada pelindung tambahan sekunder berupa kursi anti-ranjau yang dapat mengisolasi gerakan penumpang selama ledakan ranjau terjadi melalui penggunaan sandaran kaki, pemasangan yang fleksibel, dan sabuk pengaman. Kursi anti-ranjau ini dapat mengurangi risiko cedera penumpangnya terhadap ancaman ledakan ranjau, memiliki bentuk yang sederhana, jumlah komponen yang sedikit, dan mudah disesuaikan pemasangannya untuk berbagai jenis kendaraan tempur.
Teknologi Pertahanan dan Keamanan, Rekayasa Transportasi dan Energi
ALAT DETEKSI DEBIT OKSIGEN RENDAH PADA ALAT BANTU PERNAPASAN
Sesuai invensi ini disediakan suatu alat deteksi debit oksigen rendah yang mudah dibuat dengan konstruksi sederhana, yang dipasang pada alat bantu pernapasan. Alat deteksi debit oksigen rendah meliputi komponen-komponen sebagai berikut: tabung ukur debit oksigen, bola penanda debit oksigen, sumber cahaya, detektor cahaya dan mikropresesor. Alat deteksi debit oksigen rendah ini bekerja mendeteksi debit oksigen yang masuk pada alat bantu pernapasan, ketika laju volume oksigen kurang dari 3 L/menit, maka alat ini akan memberikan input sinyal pada mikroprosesor untuk selanjutnya memberikan perintah pada alarm debit oksigen rendah untuk berbunyi memberikan peringatan pada pengguna.
Pangan dan Kesehatan
ALAT PEMISAH PADATAN-CAIRAN PADA BAK SEDIMENTASI PENGOLAHAN AIR MENGGUNAKAN PELAT PEMISAH TIPE TERTEKUK
Invensi ini merupakan pengembangan dari unit sedimentasi pada instalasi pengolah air berbasis kompak-modular dan mudah dipindah-pindahkan. Unit sedimentasi konvensional biasa menggunakan plate settler tipe lurus (incline). Penggunaan plate settler tipe tertekuk ini muncul dari ide sederhana yang ingin mengurangi dimensi dari panjang unit sedimentasi. Pengurangan dimensi tersebut dilakukan karena faktor kepraktisan alat untuk diterapkan pada instalasi pengolah air kompak-modular dan mudah dipindah-pindahkan. Plate settler tertekuk pada alat sedimentasi sesuai invensi ini merupakan suatu jenis plate settler yang dibelokkan pada bagian tengah plate tersebut yang menghasilkan sudut yang simetris. Belokan tersebut pula akan berpengaruh pada kualitas dari air olahan akibat adanya pengaruh belokan. Pengaruh belokan akan mengakibatkan terjadinya perubahan arah aliran kemudian memberikan kesempatan partikel untuk bertumbukan sehingga memiliki kinerja proses pengendapan yang efisien. Hal tersebut telah dibuktikan dengan percobaan laboratorium dan membuat suatu uji model hidrodinamika serta telah diuji pada skala prototype (35 m3/hari) dilapangan, dan dalam skala lapangan penuh dalam bentuk instalasi pengolahan air dengan kapasitas 15 L/det (1296 m3/hari).
Infrastruktur dan Kebencanaan, Rekayasa Transportasi dan Energi
Kit Diagnostik Untuk Mendeteksi Infeksi Virus Hepatitis B Menggunakan Antibodi Primer lgY Anti Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) dan Antibodi Sekunder Monoklonal Anti-HBsAG Yang Terkonjugasi Horseradish Peroxidase (HRP) dan Proses Pembuatannya
Invensi ini berkaitan kit diagnostik yang digunakan untuk menegakkan diagnosis infeksi virus Hepatitis B melalui deteksi keberadaan Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) dan proses pembuatannya. Kit diagnostik sesuai invensi ini dicirikan dengan penggunaan komponen antibodi primer IgY anti-HBsAg dan antibodi sekunder monoklonal anti-HBsAg yang terkonjugasi Horseradish peroxidase (HRP). IgY anti-HBsAg yang digunakan adalah berupa crude extract yang diperoleh dari isolasi kuning telur ayam. Antibodi monoklonal anti-HBsAg yang terkonjugasi HRP digunakan sebagai antibodi sekunder. Tujuan dari invensi ini adalah menyediakan kit diagnostik yang dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi Hepatitis B di Indonesia, dengan menggunakan komponen yang dapat dihasilkan dalam jumlah besar tanpa menyakiti hewan yang digunakan.
Pangan dan Kesehatan
ALAT UNTUK MENGUKUR KUALITAS AIR LIMBAH INDUSTRI YANG PORTABEL DAN TERINTEGRASI IOT DENGAN FITUR KENDALI JARAK JAUH
Alat pengukur kualitas air limbah industri merupakan serangkain komponen yang dibangun sedemikian rupa dan terdiri atas serangkain sensor yang dapat mendeteksi/mengukur konsentrasi berbagai persenyawaan fisik, kimia ataupun bioloogis yang memengaruhi kualitas air limbah suatu industri sehingga dapat dilakukan monitoring dan pengontrolan terhadap kualitas air limbah hasil proses pada industri tersebut. Kualitas air limbah menjadi parameter penting bagi aspek kesehatan lingkungan. Dimana pembuangan air limbah yang tidak sesuai dengan baku mutu air yang ditetapkan otoritas yangberwenang dapat menimbulkan kerusakan/pencemaran laingkungan yang serius dan berdampak besar bagi kehidupan manusia dan lingkungan/alam, dan kandungan di dalamnya menjadi penentu kualitas air tersebut. Invensi ini bertujuan menyediakan suatu alat pengukur kualitas air limbah industri yang bersifat portabel dan terintegrasi IoT sehingga dapat dikendalikan dari jarak jauh dan berguna secara optimal untuk kegiatan pengawasan kualitas air limbah industri. Invensi ini menyediakan suatu alat pengukur kualitas air limbah industry yang bersifat portabel dan terintegrasi IoT dengan fitur kendali jarak jauh yang terdiri dari modul utama, modul parameter oksigen terlarut kimiawi, modul parameter padatan tersuspensi total, modul parameter nitrogen amonia, pH dan temperatur, modul pompa, dan modul suplai daya.
Infrastruktur dan Kebencanaan, Pangan dan Kesehatan
KOMPOSISI BAHAN SUSU BERAS MERAH SEBAGAI MINUMAN OLAHAN SUSU NABATI DENGAN MENGGUNAKAN EMULSIFIER ALGINAT DARI Sargassum binderi SERTA PROSES PRODUKSINYA
Invensi ini berkaitan dengan suatu komposisi susu nabati dari beras merah dan proses pengolahannya. Susu beras merah bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit beri-beri dan dapat dijadikan sebagai alternatif susu nabati bagi penderita autis serta penderita lactose intolerance. Susu beras merah memiliki kandungan gizi yang hampir sama dengan susu sapi atau susu kambing. Komposisi susu beras merah sesuai invensi ini terdiri dari campuran komponen bahan sebagai berikut: Beras merah:air = 1:15 (b/v), Alginat 0,2 % (b/v), Gula 6% (b/v). Proses produksi komposisi bahan sesuai invensi ini terdiri dari tahapan sebagai berikut: Proses produksi komposisi bahan sesuai invensi ini terdiri dari tahapan sebagai berikut: Susu beras merah diolah langsung menjadi susu, dengan cara menambahkan beras merah dengan air sebanyak 1:15 (beras merah:air, b/v). Alginat diekstraksi dari makroalga coklat Sargassum binderi. Alginat hasil ekstraksi kemudian dimurnikan. Edible film dibuat dengan mencampurkan 0,2 % (b/v) alginat hasil ekstraksi dengan 3 ml gliserol. Emulsi yang terbentuk kemudian dituangkan kedalam 100 mL susu beras merah. Dilakukan pasteurisasi sebanyak tiga kali untuk mensterilkan larutan susu dari bakteri patogen.
Pangan dan Kesehatan
Apabila terdapat pihak yang berminat melakukan komersialisasi Kekayaan Intelektual, dipersilakan untuk menghubungi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi.