Klaster

Sistem Monitoring Kendaraan Listrik e-Trike

Perangkat lunak sistem monitoring kendaraan listrik e-Trike. Sistem ini mengambil data-data terkait kendaraan listrik e-Trike dan menyimpannya di server. Sistem ini juga dapat menampilkan data yang tersimpan.

Teknologi Pertahanan dan Keamanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta
Deteksi Pneumonia berbasis Pembelajaran Mesin menggunakan Citra Sinar-X

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan yang dipublikasikan dalam Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi pneumonia di Indonesia mencapai 2%. Angka ini mengalami peningkatan 0,2% dibandingkan dengan hasil Riskesdas tahun 2013 yang hanya 1,8%. Sementara, menurut United Nations Children's Fund (UNICEF), di tahun 2018 pneumonia menyumbang angka kematian anak sebesar 18%. Dan menjadi penyebab kematian balita terbesar kedua di tahun 2017. Hal ini menyebabkan Indonesia menempati peringkat prevalensi pneumonia terbesar ketujuh dunia. Di Indonesia, masyarakat umum mengenal pneumonia ini dengan istilah penyakit paru-paru basah. Pneumonia disebabkan oleh bakteri Hemophilus influenza tipe B (Hib) dan Streptococcus pneumonia (pneumokokus). Selain itu, pneumonia juga dapat disebabkan oleh virus, diantaranya yaitu rhinovirus, influenza, dan respiratory syncytial. Salah satu permasalahan utama untuk mengurangi beban kesehatan akibat pneumonia adalah penyakit ini sering kali terlambat disadari. Hal disebabkan karena gejala awalnya sulit dibedakan dengan penyakit pernafasan yang lainnya. Sehingga mengakibatkan keterlambatan dalam mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya. Salah satu metode umum untuk mendeteksi pneumonia adalah menggunakan citra sinar-X toraks. Salah satu keuntungan dari metode deteksi berbasis citra sinar-X adalah lebih murah dan lebih mudah diakses, karena sebaran mesin sinar-X yang sangat luas. Untuk membantu menyelesaikan permasalahan beban kesehatan akibat pneumonia, terutama di Indonesia, maka perlu dikembangkan aplikasi sistem bantu deteksi pneumonia berbasis komputer. Salah satu aplikasi yang dikembangkan adalah pneumoniai yang memanfaatkan teknik deteksi berbasis pengolahan citra digital, khususnya dengan menggunakan teknik pembelajaran mesin (machine learning). Teknik deteksi ini juga biasa dikenal dengan sistem bantu diagnosis berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligent). Salah satu permasalahan lain yang dihadapi dalam mendeteksi pneumonia adalah masih kurangnya tenaga ahli yang mampu mengintepretasikan citra sinar-X toraks dan melakukan diagnosis pneumonia. Pengembangan pneumoniai ini tidak bertujuan untuk menggantikan penegakan diagnosis pneumonia yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Tetapi tujuan utamanya lebih ke arah sebagai alat bantu diagnosis yang bersifat komplementer. Sehingga, hasil dari pneumoniai ini tetap perlu divalidasi oleh tenaga kesehatan. Aplikasi pneumoniai dikembangkan menggunakan Open Source Software (OSS) berbasis Python Platform. Kelebihan platform ini adalah sudah terdapat Library dan contoh coding yang dapat digunakan, sehingga pengembangan aplikasi dapat dilakukan dengan lebih cepat. Platform pembelajaran mesin digunakan dalam pneumoniai adalah menggunakan Residual Neural Network (ResNet). Terdapat beberapa model yang telah dikembangkan di pneumoniai yang dapat digunakan untuk mengklasifi atau membedakan kondisi paru-paru normal atau mengidap pneumonia.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta
Aplikasi Deteksi Bakteri Tahan Asam Tuberkulosis pada Citra Sputum berbasis Pembelajaran Mesin

Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia / World Health Organization (WHO), pada tahun 2020, jumlah penderita Tuberkulosis (TB) di seluruh dunia sekitar 5,8 juta. Sementara di Indonesia, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, tercatat jumlah penderita TB mencapai 845 ribu, dengan angka kematian mencapai 98 ribu. Oleh karena itu, pemerintah Republik Indonesia mendorong semua pihak untuk lebih berperan aktif serta inovatif dalam penanggulangan TB. Untuk itu, pemerintah Republik Indonesia mencanangkan program eliminasi TB tahun 2030. Salah satu indikator utama yang ditetapkan adalah penurunan angka kejadian TB menjadi 65 penderita per 100 ribu penduduk. Sebagai bentuk komitmen, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Presiden No. 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. ADiTKuBelajar merupakan singkatan dari Aplikasi Deteksi Tuberkulosis (TB) berbasis Pembelajaran Mesin. ADiTKuBelajar memanfaatkan teknik deteksi berbasis pembelajaran mesin (machine learning) atau biasa dikenal juga dengan istilah aplikasi deteksi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligent). Masukan dari sistem deteksi ini berupa citra mikobakterium tuberkulosis (Mycobacterium Tuberculosis). Citra ini diperoleh dengan menggunakan metode Pewarnaan Ziehl-Neelsen yang juga dikenal dengan pewarnaan bakteri tahan asam (BTA). Sehingga deteksi TB ini disebut dengan pemeriksaan BTA. Salah satu kelebihan dari metode ini adalah relatif lebih mudah karena tidak memerlukan persiapan khusus, murah, akurat, serta tidak ada resiko maupun efek samping apabila dibandingkan dengan pemeriksaan berbasis citra Sinar-X thoraks. Namun demikian, metode ini memerlukan tenaga terampil untuk menghitung jumlah BTA dengan teliti. Diharapkan, ADiTKuBelajar ini dapat berkontribusi membantu tenaga kesehatan dalam mendeteksi TB yang bersifat komplementer. Pengembangan ADiTKuBelajar tidak bertujuan untuk menggantikan penegakan diagnosis TB yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Aplikasi ADiTKuBelajar dikembangkan menggunakan Open Source Software (OSS) berbasis Python Platform. Salah satu keuntungan utamanya adalah platform bahasa pemrograman berbasis Python ini dapat digunakan secara cuma-cuma, tetapi tetap mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku. Sehingga tidak ada biaya tambahan untuk membeli lisensi suatu platform atau library. Disamping itu, penggunaan Python akan memermudah pengembangan aplikasi deteksi BTA TB, karena terdapat contoh-contoh dan library yang telah tersedia. Untuk dapat menggunakan ADiTKuBelajar, pengguna aplikasi DekMar terlebih dahulu diharuskan untuk menginstal Python serta beberapa Library pengolahan citra, misalnya OpenCV2. Aplikasi DekMar ini dapat dijalankan dengan menggunakan perintah dari command prompt. Namun demikian, penggunaan aplikasi DekMar ini sudah dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan pengguna. Seiring dengan perkembangan teknologi berbasis komputasi awan (cloud computing), pengguna dapat menjalankan ADiTKuBelajar secara remote di akun cloud masing-masing. Sehingga, kerahasiaan data citra TBA TB dapat lebih terjamin apabila dibandingkan dengan mengunggah berkas (file) ke suatu server tertentu. Diharapkan, ADiTKuBelajar dapat membantu tenaga kesehatan dalam mendiagnosis TB karena memberikan hasil deteksi yang lebih konsisten dibandingkan dengan manusia.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta
SiMantri Pasar (Sistem Manajemen Informasi Untuk Transparansi Pengelolaan Pasar Rakyat) menuju Pasar Rakyat Ber-Standar Nasional Indonesia secara Berkelanjutan

Sistem Managemen Informasi Transparansi Pasar Rakyat, sebagai jasa Platform-As-A-Service (PaaS) berisikan portal digital marketing (e-commerce dll.), pengarsipan transaksi penjualan e-commerce (oleh pengelola), pengelolaan dan pengarsipan pemasukan e-retribusi

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta
Corak Tenun Gedog Bertekstur Tegel Cino

Desain corak kain tenun gedog bertekstur ini diberi nama Tegel Cino atau Tegel Cina, terinspirasi dari tegel-tegel yang banyak digunakan di rumah-rumah para juragan batik yang oleh masyarakat lokal Kerek dinamakan dengan sebutan tegel cino.

Industri Kreatif

Hak Cipta
Corak Tenun Gedog Bertekstur Upo Kecer

Ciptaan ini merupakan pengembangan pada desain tenun gedog tradisional khas Kerek, Tuban, dimana sebelumnya kain ini polos dan diberikan corak dalam bentuk tekstur. Ciptaan ini diberi nama Upo Kecer atau Nasi yang tercecer yang terinspirasi dari sisa-sisa nasi yang tercecer menempel daun jati atau daun pisang yang biasa digunakan oleh masyarakat Kerek untuk membukus bekal saat ke ladang.

Industri Kreatif

Hak Cipta
Corak Tenun Gedog Bertekstur Ulu Gibas

Ciptaan ini merupakan pengembangan pada desain tenun gedog tradisional khas Kerek, Tuban, dimana sebelumnya kain ini polos dan diberikan corak dalam bentuk tekstur. Ciptaan ini diberi nama Ulu Gibas atau Bulu Domba, yang terinspirasi dari domba-domba dengan bulunya yang lebat yang diternak oleh masyarakat Kerek dan biasanya dibuatkan kandang di sekitar pekarangan rumah.

Industri Kreatif

Hak Cipta
Corak Tenun Gedog Bertekstur Cacah Gori

Ciptaan ini merupakan pengembangan pada desain tenun gedog tradisional khas Kerek, Tuban, dimana sebelumnya kain ini polos dan diberikan corak dalam bentuk tekstur. Ciptaan ini diberi nama Cacah Gori atau Cacahan Nangka Muda yang terinspirasi dari potongan-potongan nangka muda yang umumnya dijadikan oleh masyarakat Kerek sebagai sayuran yang biasa dimakan bersama-sama dengan nasi dan lauk.

Industri Kreatif

Hak Cipta
Buku Panduan IOT WORKSHOP KIT HOME AUTOMATION

IoT Workshop Kit Home Automation merupakan sebuah Kit IoT yang berisikan perangkat yang sudah memenuhi sistem Home Automation dan juga telah tersambung dengan Internet, yang dibuat dengan tujuan sebagai Media Pembelajaran di sekolah. Karena itu, perangkat ini dibuat se-sederhana mungkin. Agar para siswa dan siswi mengerti cara pembuatan dari Kit IoT ini dan dapat membuatnya secara mandiri. Dimulai dari mempelajari IWK (IoT Workshop Kit) Perangkat Home Automation.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Hak Cipta