Klaster
Aplikasi Block Adjusment Adumanis Ver. 1.0
Masalah pada peta pendaftaran di Indonesia adalah adanya bidang tanah atau persil yang tidak terintegrasi titik-titik batasnya antar persil-persil yang bersebelahan. Hal ini disebabkan pengukuran yang berbeda secara teknologi, akurasi, surveyor yang berbeda dan waktu. Tentunya perlu satu mekanisme untuk memperbaiki posisi dan orientasi dari setiap bidang persil, supaya persil bertetanggaan, batasnya dapat tepat/terintegrasi dengan batas persil tetangganya. Upaya yang dilakukan adalah salah satunya dengan adanya pengembangan satu aplikasi Block Adjusment Adumansi untuk mengintegrasikan bidang-bidang tanah yang tidak match titik-titik batasnya antar persil-persil yang bersebelahan menjadi satu kesatuan dalam peta pendaftaran tanah yang terintegrasi.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
TELECARE
TELECARE adalah aplikasi telemedicine yang memberikan Fasilitas Pelayanan Kesehatan kemampuan telekonsultasi online kepada pasien melalui media online dimana saja, dan kapan saja dibutuhkan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Adaptive dan Real Time Galvanic Skin Response untuk pengukuran beban kerja mental
Arti Ciptaan Adaptive dan Real Time Galvanic Skin Response untuk pengukuran beban kerja mental/cognitive Definisi Galvanic Skin Response/GSR adalah alat yang digunakan untuk mengukur konduktansi kelenjar keringat di kulit. Perubahan konduktansi kulit dipicu oleh stimulasi kognitif, semakin tinggi beban kerja kognitif/mental, semakin tinggi konduktansi kulit. Karena pengukuran GSR bekerja dengan mendeteksi perubahan aktivitas listrik (ionik) akibat perubahan aktivitas kelenjar keringat, elektroda harus peka terhadap perubahan ini, dan mampu mengirimkan informasi tersebut ke alat perekam. Elektroda Ag/AgCl digunakan karena murah, kuat, aman untuk kontak manusia, dan tentunya mampu mentransmisikan sinyal dari aktivitas ionik secara akurat. Dari sini data disimpan di dalam perangkat untuk kemudian diunggah, ditransmisikan secara nirkabel ke sistem komputer, atau sinyal dikirim melalui sambungan kabel lebih lanjut ke komputer. Sensor GSR yang berbeda memungkinkan cara transmisi yang berbeda, dan pilihan masing-masing bergantung pada kebutuhan. Kegunaan mengukur beban kerja mental/kognitif pada saat dilakukan pengukuran (real time) dan dapat memberikan informasi pada saat yang sama sehingga penyesuaian beban kerja dapat dilakukan (adaptive) Cara penggunaan elektroda GSR (sensor berwarna hitam) dipasangkan di jari. Sensor di jari akan mendeteksi perubahan kelenjar keringat dan ion nya, kemudian mentransfer data ke recorder. Hasil perekaman data ditampilkan dalam aplikasi berbasis android. Aplikasi menunjukkan grafik konduktansi, jika grafik mencapai batas overload/treshhold, maka aplikasi akan memberikan tanda/sign berupa bunyi, yang menunjukkan bahwa penyesuain beban kerja perlu dilakukan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
ROCK LENS
Rock Lens adalah sebuah aplikasi untuk mengidentifikasi sifat fisis serta jenis batuan melalui image processing sebagai sarana e-learning bagi mahasiswa Geosains dan sebagai sarana survei Geologi jarak jauh. Aplikasi ini dibangun karena terjadinya pandemi COVID-19 yang membuat mahasiswa mengalami kesulitan untuk mempelajari batuan. Berdasarkan pengalaman penulisan dan sampel dari beberapa PT di Indonesia, mahasiswa hanya dapat melakukan praktikum secara daring secara virtual. Selain itu, kurangnya fasilitas dan platform untuk saat pandemi berlangsung membuat kegiatan belajar mengajar menjadi semakin terhambat. Oleh karena itu, Rock Lens hadir sebagai solusi atas permasalahan tersebut yang dapat menjadi virtual lab bagi mahasiswa geosains.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
QPIX
QPIX merupakan aplikasi identifikasi gambar berfokus pada mineral. QPIX digunakan untuk identifikasi mineral berupa presentase mineral, sifat fisik yang terkandung dalam mineral tersebut. Penggunaan aplikasi QPIX berguna untuk menentukan persentase kemiripan contoh yang diinput dalam platform yang tersedia. QPIX menawarkan edukasi bagi pengguna untuk dapat melihat database jenis mineral yang ada di dunia. Input gambar secara langsung atau tidak langsung dapat dilakukan tergantung dari kejelasan gambar. Pengguna hanya perlu melakukan input gambar, lalu QPIX akan menganalisa dan mengidentifikasi jenis mineral yang ter-input dengan output berupa persentase ketepatan mineral input berdasar database yang ada dan penjelasan edukasi pendek berupa sifat fisik mineral.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Mallow apps
Mallow adalah aplikasi dengan elemen gamified yang dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat umum dalam memerangi gangguan depresif umum. Mallow memiliki elemen gamified, elemen edukatif, dan elemen yang berhubungan dengan kesehatan. Untuk gamification Mallow, avatar Mallow yang dapat disesuaikan disajikan kepada pengguna sebagai panduan dan teman bagi pengguna. Elemen yang digamifikasi mencakup mata uang dalam aplikasi, pakaian, hewan peliharaan, latar belakang, papan peringkat, pencapaian, sasaran, dan elemen yang dapat ditambahkan di pembaruan mendatang. Dalam elemen edukatif, Mallow menyediakan perpustakaan artikel online terverifikasi untuk mendidik pengguna tentang depresi. Elemen terkait kesehatan seperti informasi obat pasien, pelacak pengobatan, dan survei mandiri Beck's Depression Inventory (BDI-II) tersedia bagi pengguna untuk membantu menjaga terapi mereka tetap terkendali. Sebuah moodboard digital juga tersedia jika pengguna ingin mengekspresikan diri mereka melalui seni. Perhatikan bahwa Mallow adalah aplikasi seluler yang disediakan untuk penggunaan pribadi saja dan tidak dimaksudkan untuk nasihat medis, diagnosis, atau perawatan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
TOP GREEN
Deterjen Ramah Lingkungan Berbahan Dasar Organik dengan Merek TOP GREEN
Smart City
ABCD-19: Aplikasi Bantu deteksi CoviD-19 berbasis Kecerdasan Buatan
Pada tanggal 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia / World Health Organization (WHO) menetapkan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi global. Pemerintah Indonesia juga bergerak cepat menetapkan COVID-19 sebagai pandemi dengan menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Disamping itu, pandemi COVID-19 ditetapkan sebagai bencana nasional nonalam berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional. Di akhir Tahun 2022, pemerintah Indonesia mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di seluruh wilayah Indonesia pada Hari Jumat, 30 Desember 2022 yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 50 dan 51 Tahun 2022. Namun demikian, masih terdapat kasus COVID-19 dengan kasus harian mencapai 1,7 kasur per 1.000.000 penduduk. Oleh karena itu, deteksi COVID-19 masih diperlukan. Selain itu, salah satu penyakit paru yang banyak diderita oleh pasien adalah pneumonia. Pneumonia merupakan infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Infeksi ini menyebabkan kerusakan alveoli. Gejala yang timbul antara lain demam, batuk, sesak napas, dan sakit dada. Menurut WHO, pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak, sekitar 14% kematian anak usia di bawah lima tahun disebabkan oleh pneumonia. Sementara, kondisi di Indonesia juga tidak jauh berbeda, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, prevalensi pneumonia pada balita mencapai 2,1%. Berdasarkan data Tahun 2021, pneumonia menjadi salah satu penyebab utama kematian anak di bawah lima tahun. Berdasarkan data yang diambil dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) yang termuat di halaman situs http://kki.go.id/index.php/report/rekap_data (diakses pada 31 Januari 2023), hanya terdapat 1.431 dokter spesialis paru (Sp.P) di seluruh Indonesia. Menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini, idealnya terdapat minimal 2.500 dokter Sp.P di Indonesia. Salah satu cara yang paling umum untuk mendeteksi COVID-19 maupun pneumonia adalah menggunakan citra sinar-X thoraks atau dada (chest X-ray). Deteksi berbasis citra sinar-X thoraks ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu: Mesin sinar-X relatif banyak tersedia di seluruh penjuru Indonesia, baik itu di rumah sakit; klinik; maupun laboratorium klinik. Biaya/harga relatif terjangkau. Hasil foto sinar-X dapat diperoleh dengan cepat. Dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat keparahan. Berdasarkan beberapa latar belakang di atas serta seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent / AI) di bidang medis, maka perlu dikembangkan sistem bantu deteksi COVID-19 maupun pneumonia menggunakan citra sinar-X thoraks berbasis kecerdasan buatan. Salah satu yang telah dikembangkan adalah Aplikasi Bantu deteksi CoviD-19 berbasis Kecerdasan Buatan yang selanjutnya disingkat dan disebut ABCD-19. ABCD-19 ini tidak bertujuan menggantikan peran tenaga kesehatan dalam penegakan diagnosis COVID-19 maupun pneumonia. Sehingga, hasil yang diperoleh dari ABCD-19 ini bukan hasil diagnosis. Oleh karena itu, setiap hasil yang diperoleh dari ABCD-19 ini perlu dikonsultasikan lebih lanjut ke tenaga kesehatan yang memiliki kewenangan menegakkan diagnosis COVID-19 maupun pneumonia. ABCD-19 dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman Python versi 3. Bahasa pemrograman ini dipilih karena faktor kemudahan penggunaannya karena berbasis skrip (script-based). Dengan menggunakan bahasa pemrograman ini, pengguna tidak perlu melakukan proses instalasi perangkat lunak, pengguna hanya perlu menjalankan skrip. Namun demikian, sebelum dapat menjalankan skrip tersebut, pengguna perlu memastikan beberapa skrip Library telah terdapat di komputer. Salah satu kelebihan utama perangkat lunak berbasis skrip menggunakan Python adalah tidak bergantung sistem operasi (operating systems dependend). Salah satu fitur utama ABCD-19 adalah sistem bantu deteksi ini dapat melakukan klasifikasi 4 (empat) kelas, yaitu: Normal, COVID-19, Pneumonia, dan Lung Opacity.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
PERANGKAT LUNAK ERGO POSTURE ANALYSIS SYSTEM (ERGO-PAS) UNTUK SISTEM PERINGATAN RISIKO GANGGUAN OTOT-RANGKA
Perangkat lunak Ergo Posture Analysis System Ergo pass dikembangkan berbasis android untuk penilaian posisi kerja yang berkaitan dengan risiko gangguan otot-rangka. Aplikasi ini dapat digunakan oleh pekerja untuk memberikan peringatan terkait posisi kerja yang buruk yang berisiko gangguan otot-rangka. Selain itu, aplikasi ini juga dapat digunakan oleh pihak manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perusahaan untuk mengevaluasi posisi kerja yang berisiko gangguan otot-rangka pada berbagai jenis pekerjaan.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Apabila terdapat pihak yang berminat melakukan komersialisasi Kekayaan Intelektual, dipersilakan untuk menghubungi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi.