Klaster

PROSES PEMBUATAN GLISEROL KARBONAT DARI REAKSI GLISEROLISIS UREA DENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN Zn(OBu)2 DAN AlCl2(OBu)

Invensi ini berkaitan dengan proses produksi gliserol karbonat dari reaksi antara gliserol dan urea (rasio 1:1) menggunakan campuran Zn(OBu)2 dan AlCl2(OBu). Katalis Zn(OBu)2 dan AlCl2(OBu) disintesis melalui reaksi antara seng klorida dan aluminium tri(sec-butoksida), pada temperatur kamar. Proses reaksi pembentukan gliserol karbonat dilakukan pada temperatur 150oC selama 4 jam. Aktivitas katalitik optimum didapatkan pada rasio mol katalis terhadap gliserol sebesar 1:100, rasio gliserol terhadap urea sebesar 1:1, tanpa adanya pelarut. Persentase gliserol karbonat dan selektivitas maksimum yang dihasilkan sebesar 77% dan 97%. Reaksi gliserolisis urea terkatalisis Zn(OBu)2 dan AlCl2(OBu) mengikuti orde satu semu dengan energi pengaktifan eksperimen sebesar 38 kJ/mol.

Rekayasa Transportasi dan Energi

Paten
SENYAWA KOMPLEKS MANGAN(SALEN)-4,4’-BIPIRIDIN BERSTRUKTUR POLIMERIK YANG MENGANDUNG ANION PENGENDAP HEKSAFLUOROFOSFAT SEBAGAI ANTIOKSIDAN SINTETIK

Invensi ini berhubungan dengan senyawa kompleks mangan(salen)-4,4'-bipiridin berstruktur polimerik yang mengandung anion pengendap heksafluorofosfat dan penentuan senyawa kompleks tersebut sebagai antioksidan sintetik berdasarkan aktivitas antioksidannya melalui uji in vitro SOD-tiruan. Senyawa ini dihasilkan melalui reaksi antara 1 mmol kompleks Mn(salen)-klorida dan 2 mmol senyawa 4,4'-bipiridin di dalam pelarut metanol, disertai dengan penambahan larutan kalium heksafluorofosfat (KPF6) jenuh. Struktur kimia senyawa kompleks polimerik ini adalah {[Mnsalen)(μ-4,4'-bpy)]PF6}n.1,5MeOH.0,5H2O. Aktivitas antioksidannya ditentukan melalui uji in vitro superoksida dismutase (SOD)-tiruan dengan metode fotoreduksi riboflavin-nitrobluetetrazolium (rb-NBT), yang ditunjukkan dengan nilai IC50 sebesar 1,6 μΜ.

Rekayasa Transportasi dan Energi

Paten
METODA DAN APARATUS KALIBRASI DINAMIS TRANSDUSER GAYA

Invensi ini berkaitan dengan aparatus untuk mengkalibrasi transduser gaya secara dinamis. Lebih khusus invensi ini dapat mengkalibrasi transduser gaya secara dinamis dengan metoda drop test menggunakan interferometer optik. Interferometer optik yang dipakai pada aparatus sesuai dengan invensi ini adalah Michelson interferometer. Gaya yang terukur sebagai keluaran dari transduser gaya dibandingkan dengan gaya impak yang bekerja pada bola besi yang diukur secara akurat menggunakan interferometer optik. Faktor koreksi untuk kalibrasi dinamis ini didapatkan dari korelasi linier antara selisih gaya yang terukur sebagai keluaran dari transduser gaya dengan gaya impak yang bekerja pada bola besi yang diukur secara akurat menggunakan interferometer; dengan turunan orde kedua gaya yang terukur sebagai keluaran dari transduser gaya terhadap waktu. Sehingga dengan menggunakan aparatus dan metoda sesuai ivensi, kalibrasi hanya diperlukan satu kali, dan selanjutnya kalibrasi dapat dilakukan dengan menggunakan faktor koreksi yang didapatkan menggunakan keluaran dari transduser gaya itu sendiri.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Paten
METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMILIHAN RUMAH SAKIT DAN AMBULANS DALAM PENANGANAN GAWAT DARURAT MEDIS

Invensi ini berhubungan dengan metode yang digunakan untuk sistem penanganan gawat darurat terpadu yang mana ditujukan untuk mengoptimalkan penugasan ambulans dan pemilihan rumah sakit yang memiliki fasilitas yang sesuai dengan pasien secara optimal di daerah yang persebaran ambulans, rumah sakit dan fasilitasnya belum merata. Tahapan untuk melakukan metode ini diantaranya: menentukan radius layanan kesehatan yang dibentuk secara adaptif sesuai dengan lokasi dimana calon pasien berada; menentukan rumah sakit yang optimal untuk melayani calon pasien; menentukan keberangkatan ambulans yang optimal menuju rumah sakit. Radius layanan kesehatan ini adalah sebuah lingkup daerah yang bersifat sementara, dan hanya ada ketika terdapat insiden dalam hal ini saat ada panggilan gawat darurat. Secara garis besar, cara untuk menentukan radius layanan kesehatan ini adalah melakukan pencarian rumah sakit dan ambulans berdasarkan radius 5 km dari lokasi calon pasien, jika tidak tersedia maka daerah pencarian diperbesar dengan memperluas radius dengan kelipatan 5 km secara iteratif hingga ditemukan fasilitas yang sesuai. Untuk menentukan rumah sakit dan ambulans optimal digunakan metode AHP dengan menggunakan kriteria-kriteria yang didefinisikan dalam invensi ini, yakni 9 kriteria untuk menentukan rumah sakit, dan 9 kriteria untuk menentukan ambulans. Kelebihan pada invensi ini adalah pemilihan rumah sakit dan ambulans dengan metode AHP akan memberikan rekomendasi optimal sesuai dengan kebutuhan pasien serta kebijakan pemberi layanan kesehatan yang berlaku.

Smart City

Paten
BAKTERI HALOMONAS ELONGATA BK-DR1 DAN SEDIAAN BAHAN EKTOIN DARI BAKTERI TERSEBUT UNTUK MENJAGA KESTABILAN STRUKTUR SEKUNDER PROTEIN DARI GANGGUAN TERMAL SERTA PROSES PRODUKSINYA

Invensi ini berkaitan dengan strain baru bakteri dan proses produksi sedian bahan ektoin dari bakteri tersebut. Lebih khusus bakteri sesuai invensi ini dinamakan Halomonas elongata BK-DR1 karena merupakan isolat bakteri dari daerah Bledug Kuwu (BK)Grobogan, Indonesia yang berdasarkan hasil identifikasi parsial 1490 pb urutan gen 16S rRNA menunjukan bahwa bakteri tersebut termasuk Halomonas elongata strain baru dan memperlihatkan kemiripan dengan spesies yang ada saat ini sebanyak 99% atau terdapat sekitar 1% perbedaan secara fenotip. Berdasarkan hasil optimasi diketahui bahwa pada medium MM63 yang mengandung 9% (b/v) NaCl dengan waktu produksi panen pada jam ke 25 pada temperatur 37oC dan aerasi 150 rpm menunjukan produksi ektoin optimum. Ektoin yang dihasilkan oleh Halomonas elongata BK-DR1 telah dikonfirmasi secara struktur berturut turut dengan spektroskopi FTIR,LC-MS, dan 1H-NMR. Hasil analisis menggunakan circular dicroism (CD) menunjukan bahawa ektoin sesuai invensi ini dapat menjaga kestabilan struktur sekunder protein dari gangguan termal.

Pangan dan Kesehatan

Paten
KOMBINASI PROTEIN DENV-2 NS1 DAN DENV-4 NS1 REKOMBINAN UNTUK DETEKSI ANTIBODI ANTI VIRUS DENGUE SEMUA SEROTIPE SERTA PROSES PRODUKSINYA

Invensi ini berkaitan dengan suatu protein non-struktural 1 (NS1) rekombinan untuk kit diagnostik demam berdarah dengue dan proses produksinya. Protein sesuai invensi ini adalah kombinasi protein DENV-2 NS1dan DENV4 NS1 rekombinan untuk kit diagnostik demam berdarah dengue yang dapat mengenali antibody anti virus dengue semua serotipe, dimana protein tersebut mempunyai urutan asam amino yang dikode oleh urutan nukleotida DENV-2 NS1 dan DENV-4 NS1 galur lokal Indonesia. Produksi masing-masing komponen protein sesuai invensi ini dilakukan dalam bakteri Escherichia coli.Prosesproduksi protein rekombinan sesuai invensi ini memiliki tahapan,yaitu memecah sel bakteri Escherichia coli; melarutkan agregat DENV-2 NS1 dan DENV-4 NS1; melipat ulang DENV-2 NS1 dan DENV-4 NS1 dan memurnikan DENV-2 NS1 dan DENV-4 NS1.

Pangan dan Kesehatan

Paten
PLASMID ANTIVIRAL PENGHASIL DSRNA UNTUK MEMICU MEKANISME RNAIANTIVIRAL MELAWAN WHITE SPOT SYNDROME VIRUS (WSSV) PADA KRUSTASEA

Plasmid antiviral penghasil dsRNA untuk memicu mekanisme RNAiantiviral melawan White Spot Syndrome Virus (WSSV) pada krustasea. WSSV merupakan salah satu penyebab kerugian ekonomi terbesar pada budidaya krustasea, salah satunya adalah pada spesies udang windu (Penaeus monodon) di Indonesia. Konstruksi plasmid antiviral sesuai invensi ini bertujuan untuk mengaktifkan sistem imun pada krustasea melalui mekanisme RNAi yang reaksinya dipicu oleh dsRNA yang dihasilkan oleh plasmid secara in vivo. RNAi diaktifkan melalui keberadaan sekuen dsRNA yang menargetkan domain protein transmembran dan daerah N-glikosilasi dari protein struktural VP28. Konstruksi plasmid juga melibatkan sekuen IRES yang berperan sebagai ribosom binding site dan sekuen GFPuv yang berperan sebagai gen pelapor. Plasmid hasil konstruksi berhasil dikonfirmasi kemampuan ekspresinya pada crayfish (Procambarus clarkii) dengan teramatinya pendaran GFPuv pada mikroskop flouresensi. Pengujian aktivitas antiviralf dilakukan dengan membandingkan tingkat kelulushidupan pada P. monodon yang terinfeksi WSSV. Kelulushidupan pada P. monodon yang diuji tantang WSSV pada hari ke- 10 pasca-injeksi plasmid antiviral dan plasmid antiviral kontrol (tanpa sekuen penghasil dsRNA) dan kontrol positif berturut-turut 35%, 65%, 20% dan 20%, dimana pada kelompok kontrol negatif tidak ditemukan kematian. Hasil qPCR menunjukan bahwa tidak ditemukan lagi WSSV pada P. monodon yang bertahan hidup dengan injeksi plasmid antiviral dibandingkan dengan organisme kontrol positif tanpa injeksi plasmid antiviral dengan ditemukannya sekitar 8.45 kopi WSSV.

Industri Kreatif

Paten
ALAT DAN METODE KENDALI KONVERTER DC-DC RASIO SANGAT TINGGI

Invensi ini berkaitan dengan peralatan dan metode kendalinya yang dapat mengonversi tegangan DC di sisi masukan menjadi tegangan DC yang lebih tinggi di sisi keluaran dengan rasio antara tegangan masukan dan keluaran sangat tinggi. Pada invensi ini, konverter DC-DC bisa menghasilkan tegangan keluaran dengan rasio yang sangat tinggi terhadap tegangan masukannya tanpa menggunakan tranformator atau membuat saklar daya yang digunakan harus dioperasikan pada faktor kerja yang sangat tinggi. Nilai rasio penguatan tegangan yang dihasilkan oleh konverter DC-DC pada invensi ini adalah Vo/Vs = 1/ (1- (D_1+D_2) ). Untuk mengendalikan konverter DC-DC sehingga mendapatkan penguatan tersebut saklar-saklar daya dioperasikan secara independen satu dengan yang lainnya. Faktor kerja D_1 = D_2 dipilih untuk mendapatkan kinerja yang seimbang di antara saklar daya yang digunakan. Faktor kerja maksimum yang dapat diberikan pada kedua saklar daya adalah D_1max : D_2max < 0.5 . Selain itu, frekuensi penyakelaran kedua sakelar daya dibuat sama dengan beda fasa 180º.

Rekayasa Transportasi dan Energi

Paten
METODE CURVE FITTING UNTUK MELAKUKAN PREDIKSI PARAMETER IKLIM DENGAN INTERVAL WAKTU DASARIAN

Invensi ini menyediakan suatu metode untuk melakukan prediksi parameter-parameter iklim, yang memiliki fitur fungsi-fungsi non-linier dan fungsi baru yang mampu menganalisis kondisi anomali iklim dan mampu memprediksi parameter iklim dengan interval 10 harian (dasarian) hingga beberapa tahun mendatang. Invensi ini untuk mengatasi masalah perubahan kondisi iklim, termasuk diantaranya adalah curah hujan, yang polanya semakin berubah, yang dapat mengganggu aktivitas manusia seperti pertanian, energi, industri, kehutanan, pemukiman, dan lain sebagainya. Invensi ini menyediakan langkah-langkah, diantaranya memasukkan data iklim pada database dari hasil pengukuran, analisis model terhadap data menggunakan fungsi deret fourier Least Square Non-Linier, analisis anomali data iklim menggunakan Fast Fourier Transform, melakukan curve fitting anomali data, dan mengkombinasikan fungsi Fourier linier dan fungsi baru untuk menghasilkan prediksi iklim interval 10 harian untuk bisa diprediksi hingga beberapa tahun mendatang. Invensi ini memiliki akurasi yang sangat tinggi dalam memprediksi, dengan nilai R-Square dapat mencapai 80 %.

Smart City

Paten