Klaster
Kipas Radiator Dengan Torsi Rendah
Invensi ini berhubungan dengan kipas radiator yang digunakan sebagai sistem pendingin pada kendaraan bermotor. Kipas radiator sesuai invensi ini mampu menghasilkan torsi yang lebih kecil dari invensi sebelumnya sehingga kinerja kipas dapat menjadi lebih efisien. Salah satu cara agar torsi dapat diturunkan adalah dengan mengubah parameter geometri bilah kipas. Pengubahan parameter geometri bilah ini diatur sedemikian sehingga performa kipas dalam menghasilkan debit udara dan beda tekanan statik tidak berkurang. Begitu juga dengan kebisingan, pengubahan parameter bilah dilakukan tanpa meningkatkan kebisingan. Parameter geometri yang dimiliki bilah sesuai invensi ini yaitu sudut puntir pada sudut 1,5°-10,5° dan sudut bentang pada sudut 2,3°-9,5°. Dengan geometri ini, torsi yang dibutuhkan kipas saat beroperasi turun hingga 14% yang menunjukkan kipas yang lebih efisien.
Rekayasa Transportasi dan Energi
BAKTERI Pseudoxanthomonas taiwanensis STRAIN G3 DAN SEDIAAN BAHAN BIOSURFAKTAN DARI BAKTERI TERSEBUT UNTUK APLIKASI MICROBIAL ENHANCED OIL RECOVERY (MEOR) SERTA PROSES PRODUKSINYA
Invensi ini berkaitan dengan strain baru bakteri, biosurfaktan dari bakteri tersebut untuk aplikasi Microbial Enhanced Oil Recovery (MEOR) serta proses produksinya. Bakteri sesuai invensi ini dinamakan Pseudoxanthomonas taiwanensis G3, yang memiliki kekerabatan dengan Pseudoxanthomonas taiwanensis strain NBRC 101072 atau strain CB-226 dengan kesamaan identitas sebesar 99% atau berbeda 1%. Bakteri tersebut dapat menghasilkan biosurfaktan dengan kemampuan emulsifikasi minyak fraksi ringan dan menurunkan tegangan antarmuka minyak-air yang tinggi. Proses produksi biosurfaktan dilakukan pada medium Stone Mineral Salt Solution (SMSS)ditambah minyak mentah sebanyak 2% (volume/volume) dan ekstrak ragi sebanyak 0,1%(berat/volume). Biosurfaktan sesuai invensi ini memiliki gugus fungsi glikolipid yang stabil pada rentang pH 2-12 suhu hingga 100oC, konsentrasi NaCl hingga 10% (berat/volume), kemampuan emulsifikasi terhadap minyak mentah fraksi ringan sebesar 72,90 % dan menurunkan tegangan antarmuka minyak dengan air (IFT) dari 12,6 dyne/cm menjadi 9,7 dyne/cm) dengan nilai CMC efektif sebesar 0,73 g/L.
Rekayasa Transportasi dan Energi
"SEDIAAN SELULOSA NANOKRISTALIN DARI BONGKOL JAGUNG UNTUK POLIMER ELEKTROLIT SEL BATERAI ION LITIUM DAN METODE PEMBUATANNYA"
Invensi ini berkaitan dengan suatu sediaan selulosa nanokristalin dari bongkol jagung untuk polimer elektrolit sel baterai ion litium dan metode pembuatannya dengan hidrolisis asam sulfat. Selulosa nanokristalin hasil hidrolisis selulosa bongkol jagung menggunakan asam sulfat dengan konsentrasi 50%, suhu 45ºC selama 60 menit. Selulosa nanokristalin yang dihasilkan memiliki distribusi ukuran partikel dengan rentang diameter = 14,3- 45,0 nm dan diameter rata-rata sebesar 17,4 nm, serta memiliki bentuk bulat dengan ukuran partikel lebih seragam dibandingkan dengan selulosa hasil isolasi. Berdasarkan karakteristik selulosa nanokristalin yang dihasilkan, selulosa nanokristalin hasil hidrolisis selulosa bongkol jagung dapat digunakan sebagai pengisi dan penguat, serta sekaligus meningkatkan hantaran ion polimer elektrolit.
Smart City, Pangan dan Kesehatan
MATERIAL UNTUK BAHAN INSULASI TERMAL DARI SERAT RAMI (Boehmeria nivea) DAN METODE PEMBUATANNYA
Invensi ini menyediakan material untuk insulasi termal yang menggunakan bahan dari serat rami (Boehmeria nivea). Pembuatan material insulasi termal ini dilakukan dengan teknologi sederhana sesuai dengan standar Technical Association of the Pulp and Paper Industry (TAPPI) TAPPI T-205. Invensi yang dihasilkan secara umum dapat diaplikasikan untuk material insulasi termal pada ruangan yang memiliki sistem pengondisian udara. Lebih khusus, invensi ini dapat digunakan untuk menjaga kestabilan temperatur pada ruangan yang memiliki sistem pemanasan dan pendinginan udara dengan nilai konduktivitas termal (0,035-0,155) W/m⁰C, memiliki kekuatan tarik (1,55-20,55)kN/m, memiliki temperatur degradasi sekitar 350 ⁰C dan memiliki corak putih.
Smart City
Komposisi Bahan Dan Metode Ekstraksi Kombinasi Pegagan (Centella Asiatica) Dan Kangkung Air (Ipomoea Aquatica) Untuk Efek Hipnotik-Sedatif
Invensi ini berkaitan dengan suatu komposisi bahan sebagai hipnotik sedatif. Lebih khusus sediaan sesuai invensi ini menggunakan campuran ekstrak kental daun Centella asiatica dan daun Ipomoea aquatica, dimana menunjukkan efek hipnotik-sedatif pada mencit dengan mempercepat latensi tidur dan memperpanjang durasi tidur sehingga meningkatkan efisiensi tidur. Sediaan sesuai invensi ini tidak toksik pada hewan percobaan. Invensi ini berupa sediaan ekstrak kental kombinasi yang terdiri dari ekstrak kental daun pegagan (Centella asiatica) dan ekstrak kental daun kangkung air (Ipomoea aquatica).
Pangan dan Kesehatan
MATERIAL NANOPARTIKEL BERBASIS KARBON YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYERAP SINAR UV SEKALIGUS INFRAMERAH DEKAT DAN METODE SINTESISNYA
Invensi ini adalah tentang material nanopartikel berbasis karbon yang memiliki sifat unggul yakni dapat menyerap sinar UV sekaligus inframerah dekat (Near Infra-Red) sehingga dapat berpendar pada cahaya tampak dan menghasilkan panas. Material ini disintesis melalui metode yang mudah, aman dan murah yakni hidrotermal. Bahan dasar yang digunakan adalah asam sitrat sebagai sumber utama karbon, urea sebagai sumber nitrogen dan air sebagai pelarut. Temperatur sintesis yang digunakan berkisar antara 100 – 200ºC selama 15 – 420 menit. Material hasil sintesis yang diperoleh berbentuk koloid tidak berwarna, ungu, oranye, hijau, dan biru. Hasil pengujian absorbansi menunjukkan bahwa serapan materialberada pada daerah UV (280-440 nm) dan inframerah dekat (650-800 nm). Dari hasil uji fotoluminesensi, diperoleh panjang gelombang emisi berada pada 380-550 nm yakni daerah cahaya tampak ketika d eksitasi dengan sinar UV-cahaya tampak yang memiliki panjang gelombang 220-500 nm. Hasil uji fototermal menunjukkan bahwa kenaikan temperatur karbon partikel adalah sebesar 5 -25ºC akibat disinari oleh laser yang memiliki panjang gelombang 550-900 nm selama 5 -25 menit. Dari sifat – sifat unggul tersebut, maka material karbon partikel ini dapat diaplikasikan dalam bidang biomedis sebagai agen fototermal untuk menghancurkan sel kanker, bioimaging dan biosensing. Selain itu dalam bidang optoelektronik dapat diaplikasikan sebagai bahan dasar LEDserta penyerap sinar.
Industri Kreatif, Smart City
SEDIAAN BAHAN BIOSURFAKTAN SEBAGAI INHIBITOR KOROSI DARI BAKTERI HALOFILIK Halomonas meridiana BK-AB4 SERTA PROSES PRODUKSINYA
Invensi ini berkaitan dengan sediaan bahan biosurfaktan sebagai inhibitor korosi dan proses produksinya serta media penapisan yang digunakan untuk menguji potensi biosurfaktan dan media produksi yang digunakan pada proses produksi. Sediaan bahan biosurfaktan sesuai ini mengandung 200 × 10-6% biosurfaktan yang dihasilkan oleh bakteri halofilik Halomonas meridiana BK-AB 4 yang merupakan isolat bakteri dari daerah Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah serta menggunakan media produksi optimum untuk menghasilkan biosurfaktan sebagai inhibitor korosi. Bakteri halofilik Halomonas meridiana BK-AB4 menghasilkan biosurfaktan ditandai dengan adanya zona bening pada media penapisan. Berdasarkan hasil optimasi, media produksi mengandung minyak zaitun dan urea masing-masing sebagai sumber karbon dan nitrogen dengan waktu produksi optimum selama 112 jam. Biosurfaktan sesuai invensi ini teramati stabil pada rentang pH 7-12 dengan indeks emulsifikasi 71,43% dan rentang kadar garam 15-22%. Nilai CMC diperoleh sekitar 353,8 mg/L. Potensi biosurfaktan sebagai inhibitor korosi ditunjukkan dengan nilai persen efisiensi inhibisi pada konsentrasi inhibitor 100 ppm dalam suhu 45oC sebesar 72,17%.
Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pangan dan Kesehatan
PROSES PEMBUATAN MUTAN HANSENULA POLYMORPHA UNTUK PRODUKS IBERLEBIH PROTEIN REKOMBINAN DAN MUTAN HANSENULA POLYMORPHA DARI PROSES TERSEBUT
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan atau konstruksi mutan Hansenula polymorpha untuk produksi berlebih protein rekombinan dan mutan Hansenula polymorpha dari proses tersebut. Lebih khusus, kontruksi mutan H. polymorpha sesuai invensi ini melalui inaktivasi gen URA3 dengan cara memasukkan gen pengkode resisten zeosin (ble). Proses pembuatan mutan H. polymorpha sesuai invensi ini, dimana gen URA3 pada kromosomnya telah diinaktivasi terdiri dari tahapan, yaitu membuat fragmen DNA yang mengandung sebagian promotor URA3; gen ble; dan sebagian terminator URA3 (proUra3-Ble-terUra3); mengintegrasikan fragmen DNA (proUra3-BleterUra3) tersebut pada kromosom H. polymorpha; dan melakukan penapisan mutan H. polymorpha pada medium seleksi antibiotik. Mutan H. polymorpha sesuai invensi ini terdiri dari komponen fragmen DNA URA3 daerah hulu; gen pengkode resisten antibiotik zeosin (ble) dan fragmen DNA URA3 daerah hilir.
Pangan dan Kesehatan
PERANGKAT SENSOR GEOTHERMAL UNTUK PENGUKURAN TEMPERATUR DAN GRADIEN TEMPERATUR DI BAWAH DASAR LAUT
Suatu perangkat sensor geotermal untuk pengukuran temperatur dan gradien temperatur pada suatu titik di dasar laut, yang tersusun atas 2 (dua) sistem, yaitu sistem akuisisi data atau pengambilan data berpresisi tinggi, dan sistem transmisi data secara nirkabel dengan gelombang akustik atau sonar yang dapat memberikan informasi besaran temperatur dan gradien temperatur di dasar laut secara akurat dan efisien.
Teknologi Pertahanan dan Keamanan
Apabila terdapat pihak yang berminat melakukan komersialisasi Kekayaan Intelektual, dipersilakan untuk menghubungi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi.