Klaster
MATERIAL NANOPARTIKEL BERBASIS KARBON YANG DIGUNAKAN UNTUK MENYERAP SINAR UV SEKALIGUS INFRAMERAH DEKAT DAN METODE SINTESISNYA
Invensi ini adalah tentang material nanopartikel berbasis karbon yang memiliki sifat unggul yakni dapat menyerap sinar UV sekaligus inframerah dekat (Near Infra-Red) sehingga dapat berpendar pada cahaya tampak dan menghasilkan panas. Material ini disintesis melalui metode yang mudah, aman dan murah yakni hidrotermal. Bahan dasar yang digunakan adalah asam sitrat sebagai sumber utama karbon, urea sebagai sumber nitrogen dan air sebagai pelarut. Temperatur sintesis yang digunakan berkisar antara 100 – 200ºC selama 15 – 420 menit. Material hasil sintesis yang diperoleh berbentuk koloid tidak berwarna, ungu, oranye, hijau, dan biru. Hasil pengujian absorbansi menunjukkan bahwa serapan materialberada pada daerah UV (280-440 nm) dan inframerah dekat (650-800 nm). Dari hasil uji fotoluminesensi, diperoleh panjang gelombang emisi berada pada 380-550 nm yakni daerah cahaya tampak ketika d eksitasi dengan sinar UV-cahaya tampak yang memiliki panjang gelombang 220-500 nm. Hasil uji fototermal menunjukkan bahwa kenaikan temperatur karbon partikel adalah sebesar 5 -25ºC akibat disinari oleh laser yang memiliki panjang gelombang 550-900 nm selama 5 -25 menit. Dari sifat – sifat unggul tersebut, maka material karbon partikel ini dapat diaplikasikan dalam bidang biomedis sebagai agen fototermal untuk menghancurkan sel kanker, bioimaging dan biosensing. Selain itu dalam bidang optoelektronik dapat diaplikasikan sebagai bahan dasar LEDserta penyerap sinar.
Industri Kreatif, Smart City
SEDIAAN BAHAN BIOSURFAKTAN SEBAGAI INHIBITOR KOROSI DARI BAKTERI HALOFILIK Halomonas meridiana BK-AB4 SERTA PROSES PRODUKSINYA
Invensi ini berkaitan dengan sediaan bahan biosurfaktan sebagai inhibitor korosi dan proses produksinya serta media penapisan yang digunakan untuk menguji potensi biosurfaktan dan media produksi yang digunakan pada proses produksi. Sediaan bahan biosurfaktan sesuai ini mengandung 200 × 10-6% biosurfaktan yang dihasilkan oleh bakteri halofilik Halomonas meridiana BK-AB 4 yang merupakan isolat bakteri dari daerah Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah serta menggunakan media produksi optimum untuk menghasilkan biosurfaktan sebagai inhibitor korosi. Bakteri halofilik Halomonas meridiana BK-AB4 menghasilkan biosurfaktan ditandai dengan adanya zona bening pada media penapisan. Berdasarkan hasil optimasi, media produksi mengandung minyak zaitun dan urea masing-masing sebagai sumber karbon dan nitrogen dengan waktu produksi optimum selama 112 jam. Biosurfaktan sesuai invensi ini teramati stabil pada rentang pH 7-12 dengan indeks emulsifikasi 71,43% dan rentang kadar garam 15-22%. Nilai CMC diperoleh sekitar 353,8 mg/L. Potensi biosurfaktan sebagai inhibitor korosi ditunjukkan dengan nilai persen efisiensi inhibisi pada konsentrasi inhibitor 100 ppm dalam suhu 45oC sebesar 72,17%.
Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pangan dan Kesehatan
PROSES PEMBUATAN MUTAN HANSENULA POLYMORPHA UNTUK PRODUKS IBERLEBIH PROTEIN REKOMBINAN DAN MUTAN HANSENULA POLYMORPHA DARI PROSES TERSEBUT
Invensi ini berkaitan dengan proses pembuatan atau konstruksi mutan Hansenula polymorpha untuk produksi berlebih protein rekombinan dan mutan Hansenula polymorpha dari proses tersebut. Lebih khusus, kontruksi mutan H. polymorpha sesuai invensi ini melalui inaktivasi gen URA3 dengan cara memasukkan gen pengkode resisten zeosin (ble). Proses pembuatan mutan H. polymorpha sesuai invensi ini, dimana gen URA3 pada kromosomnya telah diinaktivasi terdiri dari tahapan, yaitu membuat fragmen DNA yang mengandung sebagian promotor URA3; gen ble; dan sebagian terminator URA3 (proUra3-Ble-terUra3); mengintegrasikan fragmen DNA (proUra3-BleterUra3) tersebut pada kromosom H. polymorpha; dan melakukan penapisan mutan H. polymorpha pada medium seleksi antibiotik. Mutan H. polymorpha sesuai invensi ini terdiri dari komponen fragmen DNA URA3 daerah hulu; gen pengkode resisten antibiotik zeosin (ble) dan fragmen DNA URA3 daerah hilir.
Pangan dan Kesehatan
PERANGKAT SENSOR GEOTHERMAL UNTUK PENGUKURAN TEMPERATUR DAN GRADIEN TEMPERATUR DI BAWAH DASAR LAUT
Suatu perangkat sensor geotermal untuk pengukuran temperatur dan gradien temperatur pada suatu titik di dasar laut, yang tersusun atas 2 (dua) sistem, yaitu sistem akuisisi data atau pengambilan data berpresisi tinggi, dan sistem transmisi data secara nirkabel dengan gelombang akustik atau sonar yang dapat memberikan informasi besaran temperatur dan gradien temperatur di dasar laut secara akurat dan efisien.
Teknologi Pertahanan dan Keamanan
PROSES PEMBUATAN GLISEROL KARBONAT DARI REAKSI GLISEROLISIS UREA DENGAN MENGGUNAKAN CAMPURAN Zn(OBu)2 DAN AlCl2(OBu)
Invensi ini berkaitan dengan proses produksi gliserol karbonat dari reaksi antara gliserol dan urea (rasio 1:1) menggunakan campuran Zn(OBu)2 dan AlCl2(OBu). Katalis Zn(OBu)2 dan AlCl2(OBu) disintesis melalui reaksi antara seng klorida dan aluminium tri(sec-butoksida), pada temperatur kamar. Proses reaksi pembentukan gliserol karbonat dilakukan pada temperatur 150oC selama 4 jam. Aktivitas katalitik optimum didapatkan pada rasio mol katalis terhadap gliserol sebesar 1:100, rasio gliserol terhadap urea sebesar 1:1, tanpa adanya pelarut. Persentase gliserol karbonat dan selektivitas maksimum yang dihasilkan sebesar 77% dan 97%. Reaksi gliserolisis urea terkatalisis Zn(OBu)2 dan AlCl2(OBu) mengikuti orde satu semu dengan energi pengaktifan eksperimen sebesar 38 kJ/mol.
Rekayasa Transportasi dan Energi
SENYAWA KOMPLEKS MANGAN(SALEN)-4,4’-BIPIRIDIN BERSTRUKTUR POLIMERIK YANG MENGANDUNG ANION PENGENDAP HEKSAFLUOROFOSFAT SEBAGAI ANTIOKSIDAN SINTETIK
Invensi ini berhubungan dengan senyawa kompleks mangan(salen)-4,4'-bipiridin berstruktur polimerik yang mengandung anion pengendap heksafluorofosfat dan penentuan senyawa kompleks tersebut sebagai antioksidan sintetik berdasarkan aktivitas antioksidannya melalui uji in vitro SOD-tiruan. Senyawa ini dihasilkan melalui reaksi antara 1 mmol kompleks Mn(salen)-klorida dan 2 mmol senyawa 4,4'-bipiridin di dalam pelarut metanol, disertai dengan penambahan larutan kalium heksafluorofosfat (KPF6) jenuh. Struktur kimia senyawa kompleks polimerik ini adalah {[Mnsalen)(μ-4,4'-bpy)]PF6}n.1,5MeOH.0,5H2O. Aktivitas antioksidannya ditentukan melalui uji in vitro superoksida dismutase (SOD)-tiruan dengan metode fotoreduksi riboflavin-nitrobluetetrazolium (rb-NBT), yang ditunjukkan dengan nilai IC50 sebesar 1,6 μΜ.
Rekayasa Transportasi dan Energi
METODA DAN APARATUS KALIBRASI DINAMIS TRANSDUSER GAYA
Invensi ini berkaitan dengan aparatus untuk mengkalibrasi transduser gaya secara dinamis. Lebih khusus invensi ini dapat mengkalibrasi transduser gaya secara dinamis dengan metoda drop test menggunakan interferometer optik. Interferometer optik yang dipakai pada aparatus sesuai dengan invensi ini adalah Michelson interferometer. Gaya yang terukur sebagai keluaran dari transduser gaya dibandingkan dengan gaya impak yang bekerja pada bola besi yang diukur secara akurat menggunakan interferometer optik. Faktor koreksi untuk kalibrasi dinamis ini didapatkan dari korelasi linier antara selisih gaya yang terukur sebagai keluaran dari transduser gaya dengan gaya impak yang bekerja pada bola besi yang diukur secara akurat menggunakan interferometer; dengan turunan orde kedua gaya yang terukur sebagai keluaran dari transduser gaya terhadap waktu. Sehingga dengan menggunakan aparatus dan metoda sesuai ivensi, kalibrasi hanya diperlukan satu kali, dan selanjutnya kalibrasi dapat dilakukan dengan menggunakan faktor koreksi yang didapatkan menggunakan keluaran dari transduser gaya itu sendiri.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK PEMILIHAN RUMAH SAKIT DAN AMBULANS DALAM PENANGANAN GAWAT DARURAT MEDIS
Invensi ini berhubungan dengan metode yang digunakan untuk sistem penanganan gawat darurat terpadu yang mana ditujukan untuk mengoptimalkan penugasan ambulans dan pemilihan rumah sakit yang memiliki fasilitas yang sesuai dengan pasien secara optimal di daerah yang persebaran ambulans, rumah sakit dan fasilitasnya belum merata. Tahapan untuk melakukan metode ini diantaranya: menentukan radius layanan kesehatan yang dibentuk secara adaptif sesuai dengan lokasi dimana calon pasien berada; menentukan rumah sakit yang optimal untuk melayani calon pasien; menentukan keberangkatan ambulans yang optimal menuju rumah sakit. Radius layanan kesehatan ini adalah sebuah lingkup daerah yang bersifat sementara, dan hanya ada ketika terdapat insiden dalam hal ini saat ada panggilan gawat darurat. Secara garis besar, cara untuk menentukan radius layanan kesehatan ini adalah melakukan pencarian rumah sakit dan ambulans berdasarkan radius 5 km dari lokasi calon pasien, jika tidak tersedia maka daerah pencarian diperbesar dengan memperluas radius dengan kelipatan 5 km secara iteratif hingga ditemukan fasilitas yang sesuai. Untuk menentukan rumah sakit dan ambulans optimal digunakan metode AHP dengan menggunakan kriteria-kriteria yang didefinisikan dalam invensi ini, yakni 9 kriteria untuk menentukan rumah sakit, dan 9 kriteria untuk menentukan ambulans. Kelebihan pada invensi ini adalah pemilihan rumah sakit dan ambulans dengan metode AHP akan memberikan rekomendasi optimal sesuai dengan kebutuhan pasien serta kebijakan pemberi layanan kesehatan yang berlaku.
Smart City
BAKTERI HALOMONAS ELONGATA BK-DR1 DAN SEDIAAN BAHAN EKTOIN DARI BAKTERI TERSEBUT UNTUK MENJAGA KESTABILAN STRUKTUR SEKUNDER PROTEIN DARI GANGGUAN TERMAL SERTA PROSES PRODUKSINYA
Invensi ini berkaitan dengan strain baru bakteri dan proses produksi sedian bahan ektoin dari bakteri tersebut. Lebih khusus bakteri sesuai invensi ini dinamakan Halomonas elongata BK-DR1 karena merupakan isolat bakteri dari daerah Bledug Kuwu (BK)Grobogan, Indonesia yang berdasarkan hasil identifikasi parsial 1490 pb urutan gen 16S rRNA menunjukan bahwa bakteri tersebut termasuk Halomonas elongata strain baru dan memperlihatkan kemiripan dengan spesies yang ada saat ini sebanyak 99% atau terdapat sekitar 1% perbedaan secara fenotip. Berdasarkan hasil optimasi diketahui bahwa pada medium MM63 yang mengandung 9% (b/v) NaCl dengan waktu produksi panen pada jam ke 25 pada temperatur 37oC dan aerasi 150 rpm menunjukan produksi ektoin optimum. Ektoin yang dihasilkan oleh Halomonas elongata BK-DR1 telah dikonfirmasi secara struktur berturut turut dengan spektroskopi FTIR,LC-MS, dan 1H-NMR. Hasil analisis menggunakan circular dicroism (CD) menunjukan bahawa ektoin sesuai invensi ini dapat menjaga kestabilan struktur sekunder protein dari gangguan termal.
Pangan dan Kesehatan
Apabila terdapat pihak yang berminat melakukan komersialisasi Kekayaan Intelektual, dipersilakan untuk menghubungi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi.