Klaster

SEDIAAN BAHAN CAIRAN ION 1-ETIL-3-METILIMIDAZOLIUM TETRAFLUOROBORAT YANG MENGANDUNG ION LITIUM SEBAGAI PEMLASTIS DAN SUMBER ION LITIUM PADA PEMBUATAN MEMBRAN POLIMER ELEKTROLIT SEL BATERAI ION LITIUM DAN METODE PEMBUATANNYA

Invensi ini berkaitan dengan sediaan bahan cairan ion 1-etil-3-metilimidazolium tetrafluoroborat yang mengandung ion litium untuk digunakan sebagai pemlastis dan sumber ion litium pada pembuatan membran polimer elektrolit sel baterai ion litium dan metode pembuatannya. Pembuatan cairan ion ini memiliki beberapa tahapan yaitu sintesis 1-etil-3-metilimidazolium bromida dari prekursor etil bromida dan 1-metilimidazol dalam pelarut kloroform dengan bantuan radiasi gelombang mikro, kemudian diikuti dengan reaksi metátesis cairan ion 1-etil-3-metilimidazolium bromida dengan garam litium tetrafluoroborate (LiBF4), dan terakhir memisahkan hasil samping berupa ion bromida (Br-) dengan penambahan pereaksi Tollens, [Ag(NH3)2]+, membentuk endapan perak bromida dan amonia (NH3) , yang masing-masing dipisahkan melalui pengendapan dan evaporasi hingga diperoleh larutan viskos berwarna kuning keemasan. Cairan ion 1-etil-3-metilimidazolium tetrafluoroborate yang mengandung ion Li+ (EMImBF4/Li+) memiliki hantaran ion yang terukur dengan metoda Spektroskopi Impedansi (SI) sebesar 0,11 S/cm, dan rendemen produk sebesar 79%. Berdasarkan karakteristik cairan ion yang dihasilkan, cairan ion 1-etil-3-metilimidazolium tetrafluoroborate yang mengandung ion Li+ (EMImBF4/Li+) dapat digunakan sebagai pemlastis dan sumber ion litium pada pembuatan membran polimer elektrolit sel baterai ion litium, sehingga memungkinkan dapat meningkatkan sifat-sifat membran seperti sifat mekanik dan sifat hantaran ionnya.

Infrastruktur dan Kebencanaan, Pangan dan Kesehatan

Paten
METODE DIGITALISASI GERAK TARI DENGAN MENGGUNAKAN MOTION CAPTURE

Invensi ini adalah digitalisasi tarian dengan menggunakan teknik motion capture, di mana penari mengenakan kostum khusus yang telah dipasangi penanda (marker) dan direkam data gerakannya, di bawah supervisi maestro/guru tari. Data gerakan yang berupa vektor tersebut lalu diterapkan pada model tiga dimensi (3D) yang dikehendaki. Hasilnya model 3D tersebut akan bisa bergerak persis seperti gerakan penari asli, dan bahkan bisa diterapkan pada model 3D tubuh lain. Selain itu hasil digitalisasi ini bisa diputar berulang-ulang, zoom in/out dan bisa dilihat dari berbagai sudut pandang (360 derajat). Invensi ini akan menjadi semacam metode pembuatan partitur untuk tari, menggantikan dokumentasi konvensional berupa foto, video atau notasi Laban yang terbatas kemampuannya dan tidak bisa mengakomodir gerakan tari yang rumit. Hasil dari digitalisasi ini bisa digunakan untuk pelestarian, pendidikan, dan pertunjukan. Dengan demikian siapapun bisa mempelajari sebuah tarian tanpa kendala waktu, biaya dan tempat.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Paten
SEDIAAN BAHAN CURING RETARDANT UNTUK MENINGKATKAN WAKTU CURING POLIMER EPOKSI

Invensi ini terkait dengan suatu sedian bahan curing retardant dan metode perlakuannya untuk meningkatkan waktu curing epoxy. Invensi ini berupa senyawa 2-propanon yang dimanfaatkan sebagai curing retardant untuk mencegah polimer epoksi mengeras terlebih dahulu sebelum dapat diaplikasikan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, penambahan 2-10 propanon pada resin epoksi dapat meningkatkan waktu curing sebesar 3 jam 8 menit sampai 9 jam 11 menit dan menurunkan viskositas dari resin epoksi sebesar 45,65 – 89,56%.

Industri Kreatif, Smart City

Paten
METODE PRODUKSI BIOSURFAKTAN SEBAGAI ANTI-Propionibacterium acnes PENYEBAB JERAWAT DARI BAKTERI HALOFILIK Pseudomonas stutzeri BK-AB12

Invensi ini berkaitan dengan metode produksi biosurfaktan sebagai anti-Propionibacterium acnes penyebab jerawat dari bakteri. Sesuai invensi ini menggunakan bakteri halofilik Pseudomonas stutzeri BK-AB12 yang merupakan isolat bakteri dari daerah Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah serta menggunakan media produksi optimum. Biosurfaktan merupakan zak aktif permukaan yang dihasilkan oleh mikroorganisme sebagai metabolit sekunder dalam kondisi nutrient terbatas tetapi kaya sumber karbon berupa lipid. Bakteri halofilik Pseudomonas stutzeri BK-AB12 dapat menghasilkan biosurfaktan ditandai dengan adanya zona biru pada media penapisan agar biru. Berdasarkan hasil optimasi, media produksi mengandung limbah cair sawit dan urea masing-masing sebagai sumber karbon dan nitrogen dengan waktu produksi optimum selama 96 jam. Biosurfaktan yang diperoleh kemudian ditentukan karakterisasi secara spektroskopi dengan mengunakan FTIR. Hasilnya menunjukkan bahwa biosurfaktan ini tergolong kedalam jenis rhamnolipid. Biosurfaktan yang diperoleh dapat membunuh bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi 250 ppm. Biosurfaktan sesuai invensi ini dapat menggantikan surfaktan sintetis pada sabun-sabun anti-jerawat.

Pangan dan Kesehatan

Paten
SEKUEN GENOM DNA PEPPER YELLOW LEAF CURL VIRUS (PYLCV) ASLI INDONESIA PADA TANAMAN CABAI DAN PLASMID REKOMBINAN PEMBAWA GENOM BIPARTIT PYLCV SERTA METODE SELEKSI TANAMAN CABAI YANG RESISTEN TERHADAP SERANGAN VIRUS PYLCV TERSEBUT

Invensi ini berkaitan dengan suatu sekuen genom DNA virus asli Indonesia yang menyerang tanaman cabai dengan gejala daun cabai berwarna kuning tergulung atau Pepper Yellow Leaf Curl Virus (PYLCV) dan plasmid rekombinan pembawa genom bipartit PYLCV yang diisolasi dari tanaman cabai asal Indonesia serta metode seleksi tanaman cabai yang resisten terhadap serangan virus PYLCV Indonesia tersebut. Metode sesuai invensi ini adalah metode seleksi tanaman cabai yang resisten terhadap serangan virus PYLCV berbasis Agrobacterium tumefaciens yang membawa kedua vektor ekspresi rekombinan. Virus PYLCV sesuai invensi ini menunjukkan strain baru virus PYLCV yang berbeda urutan genomnya dengan genom virus PYLCV lainnya yang ditemukan di Indonesia. Plasmid rekombinan pembawa genom bipartit PYLCV sesuai invensi ini merupakan rekayasa dari genom DNA-A dan DNA-B dari virus PYLC sesuai invensi ini, sehingga hasil rekonstruksi ini menghasilkan genom virus DNA-A dan DNA-B yang masing-masing diapit oleh sekuen origin of replication. Melalui keberadaan dua sekuen origin of replication ini maka akan terbentuk virus like particle dari genom DNA-A dan DNA-B. Metode seleksi sesuai invensi ini dapat digunakan untuk menyeleksi tanaman cabai dalam keadaan steril menggunakan kultur jaringan atau menggunakan tanaman cabai yang ada di lapangan.

Industri Kreatif

Paten
Material Briket Sebagai Bahan Bakar yang Berbahan Dasar Lignin Hasil Pengolahan Limbah Black Liquor Dan Metode Pembuatannya

Invensi ini berkaitan dengan suatu briket dan metode pembuatannya. Lebih khusus, briket sesuai invensi ini berbahan dasar lignin hasil pengolahan limbah black liquor. Invensi ini didasari atas pemanfaatan limbah black liquor yang beracun dan berpotensi mencemari lingkungan sebagai bahan baku pembuatan briket lignin hasil pengolahan limbah black liquor. Karakteristik briket lignin hasil pengolahan limbah black liquor yang dihasilkan berwarna hitam, memiliki nilai kalor sebesar 5912 - 6564 kcal/kg, dan laju pembakaran sebesar 1,3 – 1,7 gram/menit. Nilai kekuatan briket mencapai nilai DSI sebesar 96,5 – 99,7% dan densitas sebesar 1192 – 1215 kg/m3.

Rekayasa Transportasi dan Energi

Paten
MATERIAL INSULASI TERMAL BERBAHAN DASAR CAMPURAN LIMBAH KULIT JAGUNG-EPOKSI DAN METODE PEMBUATANNYA

Invensi ini berkaitan dengan suatu material insulasi termal yang ramah lingkungan, aman bagi kesehatan dan hemat energi untuk mengurangi konsumsi energi rumah tangga akibat pemakaian pemanas ataupun pendingin ruangan serta metode pembuatannya. Lebih khusus, material insulasi termal sesuai invensi ini berbahan dasar limbah kulit jagung-epoksi. Karakteristik material insulasi termal yang dihasilkan yaitu memiliki konduktivitas termal sebesar 0,096-0,139 W/mk, memiliki kekuatan bending sebesar 23,82-40,85 MPa, memiliki kekakuan bending sebesar 1374,16-1686,68 MPa, memiliki kekuatan tarik sebesar 5,51-26,40 MPa, dan memiliki kekakuan tarik sebesar 2859,3-3587,9 MPa.

Industri Kreatif, Smart City, Pangan dan Kesehatan

Paten
Mesin Filling Kapsul Lunak Non- Gelatin untuk Pengembangan Produk Skala Laboratorium/Kecil

Mesin enkapsulasi dengan mekanisme rotary die process merupakan mesin yang umum digunakan dalam produksi kapsul lunak gelatin dalam skala produksi. Kapasitas dan kecepatan mesin enkapsulasi umumnya besar terkait dengan sinkronisasi kecepatan putaran pada proses-proses yang terjadi. Hal tersebut menyebabkan uji coba suatu formulasi memerlukan bahan dalam skala besar yang menyebabkan biaya percobaan cukup tinggi. Pada skala kecil, kecepatan putaran pada setiap tahap harus lambat agar proses dapat kontinyu karena mould yang disusun hanya satu (1), dan sinkronisasi masing-masing proses juga harus tetap dilakukan. Pada formulasi cangkang kapsul lunak non-gelatin juga diperlukan kontrol suhu pada pembentukan lembaran film agar massa tidak membentuk gel sebelum proses casting/pembentukan lembaran film terjadi. Invensi ini bertujuan untuk menyediakan mesin enkapsulasi kapsul lunak non-gelatin pada skala kecil yang dapat digunakan untuk percobaan skala kecil dan memprediksi parameter proses yang baik saat dilakukan scale up pada mesin produksi dengan mekanisme rotary die process. Kondisi tersebut memungkinkan optimasi formula lebih cepat dan lebih murah. Invensi ini terdiri atas sistem pengaturan suhu massa cangkang sebelum pembentukan lembaran film pada drum casting; rangkaian transmisi worm gear untuk mengurangi kecepatan putaran pada proses pembentukan film cangkang kapsul, pengisian massa obat dan enkapsulasi; dan pengendalian proses menggunakan sistem mikrokontroler.

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Paten
Konverter Mikro Efisiensi Tinggi Untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Invensi ini berkaitan dengan peralatan yang dapat nengkonversi tegangan DC di sisi masukan menjadi tegangan DC di sisi keluaran dengan efisiensi daya yang tinggi. Invensi ini mengaplikasikan konventer mikro sebagai kompensator untuk keluaran panel surya yang berubah-ubah. Dengan demikian, kapasitas konventer mikro ini cukup partial scale saja, dengan rugi-rugi daya terjadi pada skala yang lebih kecil dan komponen yang dibutuhkan memiliki rating yang lebih rendah dibandingkan dengan alat konverter yang sudah ada. Invensi ini memodifikasi konverter Cuk dengan memanfaatkan titik lain dari topologi Cuk sebagai terminal beban. Hasilnya, untuk rasio tegangan yang sama, konverter pada invensi ini memiliki faktor kerja, susut tegangan akibat resistansi, serta rugi-rugi konduksi yang lebih kecil dibanding konverter Cuk konvensional.

Rekayasa Transportasi dan Energi

Paten