Klaster
SIMple Prod
SIMple Prod merupakan perangkat lunak untuk menganalisis kinerja sumur (inflow performance) dan meramalkan produksi minyak dan gas bumi, dengan kemampuan khusus dalam mengevaluasi pengaruh perekahan hidraulik (hydraulic fracturing) terhadap produktivitas sumur. Metode perhitungan menggabungkan model aliran reservoir dengan representasi rekahan hidraulik untuk memperkirakan perubahan kemampuan alir sumur akibat stimulasi. Pada sumur vertikal, rekahan yang tersusun bertahap dimodelkan berdasarkan konsep jari-jari sumur ekivalen, dengan mempertimbangkan jumlah tahap rekahan, tinggi rekahan, penetrasi parsial, dan pengaruh skin. Pada sumur horizontal, setiap rekahan transversal direpresentasikan sebagai area penyaliran tersendiri dan dikombinasikan dengan model choke skin untuk menggambarkan perubahan pola aliran dari radial menuju linier. Perangkat lunak juga menyediakan model openhole sebagai pembanding untuk mengevaluasi kontribusi bagian lateral yang tidak direkahkan. Hasil analisis meliputi laju produksi, indeks produktivitas atau koefisien deliverabilitas, penurunan tekanan, produksi kumulatif, dan estimated ultimate recovery (EUR). SIMple Prod memungkinkan pengguna membandingkan kinerja sumur dengan berbagai jumlah dan konfigurasi tahap rekahan sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu evaluasi desain stimulasi dan peramalan produksi sumur minyak dan gas bumi.
Advanced Technology, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Rekayasa Transportasi dan Energi
Program Komputer Dasbor Naratif dan Simulator Panca Indera Mizan SoC
Perangkat lunak dasbor berbasis Python (pustaka `rich`) untuk sistem ko-prosesor keamanan Mizan SoC, terdiri atas dua berkas yang saling bergantung langsung: mizan_host_dashboard.py (mesin decoder protokol telemetri MTP -- Mizan Telemetry Protocol -- yang mendekode frame data dari UART fisik/simulasi/demo, serta encoder pembangkit frame untuk mode simulasi) dan mizan_journey_dashboard.py (lapisan presentasi: menu navigasi terminal interaktif berisi simulator lima panel dipetakan dari lima indera manusia -- Lisan/Mata/Telinga/Kulit/Lidah, sebagian dijalankan live terhadap simulasi RTL sungguhan -- dan server Web Live View lokal yang mem-cermin tampilan terminal ke peramban). Disusun sebagai jembatan peraga edukatif untuk mahasiswa dan publik, satu kesatuan karya logika decoder dan antarmuka presentasi, terpisah dari kode sumber RTL/firmware yang divisualisasikannya.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Eksplorasi Teknik Ecoprint pada Material Denim dengan Visualisasi Dewi Bulan Selene sebagai Produk Fashion
Industri fashion terus mengalami perkembangan yang mendorong munculnya berbagai eksplorasi material dan teknik dalam proses berkarya. Salah satu teknik yang banyak dikembangkan adalah ecoprint, yaitu teknik pencetakan motif pada material tekstil dengan memanfaatkan bentuk dan pigmen alami yang berasal dari bagian tanaman seperti daun dan bunga. Penelitian ini berfokus pada eksplorasi teknik ecoprint pada material denim sebagai dasar penciptaan karya art wear yang terinspirasi dari Dewi Bulan Selene dalam mitologi Yunani. Selene merupakan personifikasi bulan yang melambangkan cahaya dalam kegelapan, siklus alam, perubahan, ketenangan, dan femininitas. Karakteristik tersebut menjadi landasan dalam pengembangan konsep visual, pemilihan warna, motif, serta siluet pada karya yang dirancang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan eksperimental. Proses penelitian dilakukan melalui observasi, eksplorasi material, eksperimen teknik, evaluasi hasil, dan proses perancangan karya. Eksplorasi awal dilakukan menggunakan beberapa jenis kain denim dengan warna dan karakteristik yang berbeda untuk mengetahui respons material terhadap teknik ecoprint. Tahapan eksplorasi meliput proses scouring, mordanting, serta penggunaan berbagai jenis daun dan bunga sebagai sumber pigmen alami. Tanaman yang digunakan meliputi daun legundi, daun kersen, bunga mawar dan kulit bawang bombay. Pemilihan tanaman dilakukan berdasarkan potensi warna dan bentuk yang dihasilkan sehingga mampu mendukung visualisasi karakter Dewi Bulan Selene. Melalui proses eksplorasi dan perancangan tersebut dihasilkan karya art wear yang memadukan teknik ecoprint pada denim dengan interpretasi visual Dewi Bulan Selene serta pemanfaatan material dan pigmen alami sebagai bagian dari pendekatan sustainability dalam penciptaan karya kriya tekstil.
Industri Kreatif
Arcaswari
Candi Prambanan merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang memiliki kekayaan visual berupa relief, ragam hias, dan arca yang berpotensi menjadi sumber inspirasi dalam perancangan busana. Penelitian ini bertujuan menginterpretasikan elemen visual Candi Prambanan ke dalam kebaya janggan kontemporer dengan menerapkan prinsip mode berkelanjutan melalui penggunaan pewarna alam Indigofera tinctoria serta teknik bordir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara, eksplorasi material, dan proses perancangan karya. Data visual diperoleh melalui pengamatan langsung pada kompleks Candi Prambanan, kemudian dianalisis dan dikembangkan menjadi konsep desain busana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen visual Candi Prambanan, seperti Kalpataru, Kinara-Kinari, bunga lotus, sulur, motif geometris, serta relief dan arca, dapat diadaptasi menjadi motif bordir pada kebaya janggan kontemporer. Eksplorasi pewarna alam Indigofera tinctoria menghasilkan variasi warna biru yang dapat mendukung praktik mode berkelanjutan. Penelitian ini menghasilkan empat karya kebaya janggan kontemporer yang menggabungkan nilai budaya, inovasi desain, dan prinsip keberlanjutan. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan interpretasi visual Candi Prambanan ke dalam kebaya janggan kontemporer melalui kombinasi pewarna alam dan teknik bordir sebagai upaya pelestarian budaya dalam konteks fesyen masa kini.
Industri Kreatif
Program Komputer Kode Sumber RTL dan Firmware Sistem Ko-Prosesor Keamanan Harmoni-Mizan SoC
Kode sumber RTL (Verilog) dan firmware yang membentuk arsitektur ko-prosesor keamanan Harmoni-Mizan SoC, didaftarkan sebagai satu kesatuan karya arsitektur — mencakup interkoneksi modul interlock Root-of-Trust, audit konfigurasi berkelanjutan, redundansi modular rangkap-tiga, siklus hidup transaksi bertingkat, skrip simulasi/verifikasi, dan logika kontrol kustom — bukan cuplikan kode dalam isolasi. Merepresentasikan hasil desain dan verifikasi asli yang disusun dan diinterpretasikan oleh pencipta manusia.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Darpidati & Chakrabana Archery Gear
Perkembangan industri dalam olahraga saat ini menghadapi tantangan terkait ketersediaan, ketimpangan kualitas, serta keberlanjutan material, khususnya penggunaan kulit hewan dan kulit sintetis yang berdampak pada lingkungan. Kondisi ini mendorong perlunya eksplorasi material alternatif berbasis biomaterial yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Salah satu material potensial adalah bio-leather berbasis nata de coco yang memiliki struktur selulosa alami dan peluang pengembangan sebagai material fungsional. Di sisi lain, desain produk olahraga modern juga dituntut untuk memiliki identitas visual yang kuat dan relevan dengan identitas. Oleh karena itu, penelitian ini mengangkat perancangan perlengkapan panahan sebagai medium integrasi antara eksplorasi material bio-leather dan reinterpretasi visual tokoh Arjuna dan Srikandi dalam budaya wayang Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi nata de coco sebagai material bio-leather yang diaplikasikan pada perlengkapan panahan, serta mengkaji penerapan ornamen simbol Arjuna dan Srikandi ke dalam desain produk. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, wawancara narasumber, eksperimen pembuatan bio-leather secara mandiri, uji ketahanan dan elastisitas material, serta eksplorasi ornamen melalui proses distilasi bentuk menjadi elemen grafis. Hasil kajian menunjukkan bahwa bio-leather nata de coco memiliki karakter fleksibel dan potensi yang dapat dikembangkan melalui perlakuan material tertentu, meskipun masih memiliki keterbatasan dibandingkan kulit konvensional. Dibandingkan penelitian sejenis yang berfokus pada material atau estetika secara terpisah, penelitian ini menawarkan pendekatan terpadu antara eksplorasi material, pengujian, dan perancangan produk dengan muatan identitas budaya, sehingga membuka peluang pengembangan material berkelanjutan dalam konteks desain produk olahraga.
Industri Kreatif
Eksplorasi Biokomposit Kulit Pisang Musa acuminata × balbisiana dan Serat Kapuk sebagai Material Alternatif pada Produk Fashion
Transformasi industri tekstil global saat ini masih dihadapkan pada persoalan serius terkait tingginya akumulasi limbah dan dominasi serat sintetis yang memicu kerusakan ekologis secara masif. Menanggapi isu keberlanjutan tersebut, diperlukan upaya diversifikasi material melalui pemanfaatan limbah organik lokal yang melimpah namun belum optimal, seperti kulit pisang Musa acuminata × balbisiana (pisang kepok) dan serat kapuk (Ceiba pentandra). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi, merumuskan formulasi, serta mengaplikasikan material biokomposit ramah lingkungan dari kombinasi pulp kulit pisang dan serat kapuk sebagai alternatif material konvensional. Pengujian dilakukan dengan mengombinasikan material utama menggunakan variasi matriks biopolimer—seperti sodium alginat, gelatin, dan agar—dengan penambahan gliserin sebagai plastisizer serta zat pewarna alam dari secang dan tingi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa karakteristik fisik dan mekanik material sangat dipengaruhi oleh jenis matriks yang digunakan, di mana formulasi berbasis gelatin menghasilkan lembaran biomaterial paling optimal dengan tingkat kekeringan sempurna, ketebalan yang stabil, serta fleksibilitas tinggi yang menyerupai karakter kulit alami. Secara visual dan struktural, biokomposit yang dihasilkan berhasil diimplementasikan ke dalam produk fashion. Produk ini mengusung konsep estetika bergaya earthy-edgy-rustic-bold yang dirancang untuk menyasar pasar konsumen urban berusia 25–35 tahun dengan kesadaran tinggi terhadap gaya hidup berkelanjutan.
Industri Kreatif
AN EMERGING TECHNOLOGY ADOPTION MODEL FOR THE SUSTAINABLE GROWTH OF SMALL AND MEDIUM ENTERPRISES IN THE INDONESIAN FASHION INDUSTRY
The fashion industry, particularly in emerging economies like Indonesia, faces significant challenges in achieving sustainable growth, especially due to limited technology adoption among small and medium enterprises (SMEs). With the advent of emerging technologies, sustainable growth is achievable; however, small and medium enterprises often struggle due to limited resources and support. The uneven distribution of resources and technological readiness across SMEs poses a critical barrier that needs immediate attention. Existing literature indicates a gap in understanding how emerging technology adoption can enhance sustainable business performance for these SMEs, underscoring the need for targeted research and practical solutions. This research thus aims to explore ways in which emerging technology adoption can support the sustainable growth of small and medium enterprises in the fashion industry and identify the determinants of emerging technology adoption (ETA) for these SMEs. An exploratory sequential mixed method was employed. We initiated the qualitative data collection through interviews and focus group sessions with 40 relevant stakeholders (academicians, large companies, fashion SMEs, communities, government officials, and technology providers), garnering deep insight into ETA. Subsequently, variables were drawn and mapped using NVivo12, and a survey instrument was created to test them. Using a sample of 402 fashion SMEs, data were further analysed using PLS-SEM. The results highlight the various relevance of emerging technology adoption in sustainable business performance and ways each stakeholder can foster the development of technology adoption. Firstly, the statistical outcomes of this research show the relevance of considering not only technological, organizational, and environmental aspects but also SME leader factors to ET adoption. The SME leader's entrepreneurial attitude was the biggest factor influencing ETA, following their technological knowledge. Other significant factors were the perceived usefulness and compatibility of the emerging technology. This study also found no substantial concerns about ET's ease of use or perceived cost, unlike earlier research. This study indicated that SMEs with higher turnovers were more amenable to ET adoption, as evidenced by a significant result for company size. Our research also delivers ET adoption insights by stressing fashion SMEs’ environment. With limited resources, stakeholders should assist fashion SMEs with ET awareness, mentorship, technical training, and support. The competitive spirit of fashion SMEs inspires other SME leaders to find new methods to be resilient and competitive. The above-mentioned factors contribute to the expansion of the TOE framework and provide directions for pertaining stakeholders in the sustainable growth of SMEs in the fashion industry.
Industri Kreatif, Teknologi Informasi dan Komunikasi
Ganesha Connection
Ganesha Connection merupakan wadah atau platform yang menyediakan produk dan jasa inovatif hasil karya civitas Institut Teknologi Bandung (ITB). ganeshaconnection.com Platform ini mengkurasi berbagai kategori—mulai dari elektronik, alat kesehatan, seni/desain, hingga layanan seperti pelatihan, workshop, dan pembuatan video produksi—yang dikembangkan oleh mahasiswa, dosen, atau alumni ITB. Dengan tagline “Temukan lebih jauh produk pilihan karya civitas ITB”, Ganesha Connection bertindak sebagai jembatan antara inovasi kampus dan pasar—memfasilitasi publik untuk mengakses teknologi, produk, atau layanan riset yang siap komersial. Dari segi nilai tambah: Memberi spotlight kepada inovasi kampus yang mungkin belum dikenal luas. Menawarkan produk riset yang sudah “mentah” ke langkah komersialisasi, sehingga mendukung kegiatan hilirisasi teknologi. Mempermudah pengguna (UMKM, industri, masyarakat umum) untuk mencari solusi inovatif berbasis riset. Singkatnya: Ganesha Connection bukan hanya marketplace biasa, tetapi lebih sebagai ekosistem inovasi yang menghubungkan riset-kampus dengan kebutuhan pasar melalui produk dan jasa kreatif yang terkurasi.
Teknologi Informasi dan Komunikasi
Apabila terdapat pihak yang berminat melakukan komersialisasi Kekayaan Intelektual, dipersilakan untuk menghubungi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi.