Klaster
WHARF: WebGIS for Hydrographic Research Framework
WHARF merupakan platform WebGIS dikembangkan ountuk memvisualisasikan data hasil penelitian Kelompok Keahlian Hidrografi Institut Teknologi Bandung secara interaktif dan mudah diakses. Platform ini menyajikan berbagai proyek riset—seperti pemodelan longsoran tsunamigenik (TRIUMPH) dan karakterisasi gunung bawah laut Gunung Batutara—melalui peta yang mendukung beragam pilihan basemap (Google Maps Street, Google Maps Satellite, CartoDB Dark Matter), data spasial resolusi tinggi (batimetri, model relief, kemiringan lereng, backscatter akustik, indeks kekasaran medan, dan lainnya), serta fitur navigasi seperti zoom, legenda, dan lokasi penelitian. WHARF memberikan manfaat sebagai sarana diseminasi data hidrografi yang terbuka bagi peneliti, instansi pemerintah, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat umum, sekaligus mendukung transparansi, kolaborasi, dan pemanfaatan data spasial hidrografi untuk kebutuhan riset maupun edukasi.
Infrastruktur dan Kebencanaan, Teknologi Informasi dan Komunikasi
DIVE: Diving Into Vessel Exploration
DIVE (Diving Into Vessel Exploration) adalah platform WebGIS Storymap berbasis peramban yang mendokumentasikan dan memvisualisasikan situs arkeologi bawah air di Distrik Panggang, Kepulauan Seribu, khususnya bangkai kapal KM Tabularasa dan KM Poso di perairan Pulau Pramuka. Platform ini menghadirkan peta batimetri interaktif dua dimensi dan model point cloud tiga dimensi beresolusi tinggi hasil survei Multibeam Echosounder (MBES), yang dilengkapi narasi historis kapal, kondisi meteorologi dan oseanografi real time, penilaian potensi situs dari sisi arkeologi dan ekologi, serta kuis pengetahuan bahari interaktif sebagai media evaluasi mandiri. DIVE ditujukan bagi peneliti, arkeolog maritim, instansi pemerintah, institusi pendidikan, dan masyarakat umum sebagai media dokumentasi warisan budaya bawah air, riset, edukasi publik, serta pendukung pengembangan ekowisata bahari yang berkelanjutan.
Industri Kreatif, Teknologi Informasi dan Komunikasi
Beyond the Bubble
Tekanan sosial terhadap perempuan di Indonesia merupakan isu yang terus berkembang dan berdampak signifikan terhadap kebebasan berekspresi serta kesehatan mental, khususnya pada perempuan muda. Tekanan tersebut muncul dalam bentuk standar kecantikan yang tidak realistis, stereotipe gender, dan tuntutan sosial untuk memenuhi gambaran perempuan ideal di mata masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan isu tekanan sosial perempuan Indonesia secara artistik melalui karya fashion, dengan memanfaatkan teknik pleating sebagai medium ekspresi visual dan naratif. Film Wicked (2024) karya Jon M. Chu dipilih sebagai sumber inspirasi konseptual karena menghadirkan dua karakter perempuan utama, Elphaba dan Glinda, yang merepresentasikan kontras antara perempuan yang dianggap ideal dan tidak ideal secara sosial. Perbedaan pengalaman sosial kedua karakter tersebut digunakan sebagai dasar narasi visual dalam perancangan koleksi busana fantasi. Teknik pleating yang awalnya bersifat fungsional dalam struktur busana, dieksplorasi lebih lanjut sebagai metafora tekanan sosial melalui manipulasi kain yang merepresentasikan pembatasan, kontrol, serta spektrum emosi perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, observasi visual film Wicked, serta eksperimen teknik pleating sebagai bentuk fabric manipulation. Proses perancangan meliputi pembuatan moodboard, sketsa desain, eksplorasi teknik pleating, dan realisasi koleksi busana. Hasil penelitian diharapkan dapat menghasilkan koleksi busana fantasi eksperimental yang tidak hanya menonjolkan nilai estetika, tetapi juga mampu menyampaikan narasi tekanan sosial perempuan Indonesia melalui bahasa visual pleating, sekaligus memperluas pemaknaan teknik pleating dalam desain busana kontemporer.
Industri Kreatif
Eksplorasi Pewarna Alami Ampas Kopi untuk Produk Suvenir Kedai Kopi dengan Inspirasi Wheels Coffee Roaster
Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia, terutama di sektor perkebunan yang memiliki nilai penting dalam kegiatan ekspor maupun pasar dalam negeri. Meningkatnya minat masyarakat terhadap kebiasaan minum kopi sejak tahun 2019 serta tersebar luasnya kedai kopi, khususnya di Kota Bandung sekitar 590-an kedai kopi, menjadikan kopi tidak hanya sebagai komoditas lokal yang bernilai ekonomi, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat masa kini. Aktivitas penyeduhan yang dilakukan oleh kedai kopi, menghasilkan ampas kopi yang berpotensi untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan pewarna untuk produk tekstil. Penelitian ini bertujuan merancang produk suvenir dengan pewarna alami ampas kopi dengan inspirasi visual dari Wheels Coffee Roaster. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode practice-based research. Hasil perancangan produk akhir menunjukkan bahwa ampas kopi dapat dikembangkan menjadi material pewarna tekstil yang memiliki nilai ekologis melalui pemanfaatan limbah organik, nilai estetis melalui karakter warna alami ampas kopi, dan nilai fungsional melalui pengembangan produk suvenir. Selain sebagai suvenir, produk yang dihasilkan juga berperan sebagai media komunikasi visual yang merepresentasikan suatu merek serta potensi pemanfaatan limbah dalam bidang kriya tekstil. Kata Kunci : Ampas Kopi, Kedai Kopi, Pewarna Alami, Suvenir, Wheels Coffee Roaster.
Industri Kreatif
PENGARUH COSOLVENT DAN SALINITAS TERHADAP SOLUBILIZATION RATIO FORMULA SURFAKTAN ANIONIK PADA DUA KONDISI LAPANGAN YANG BERBEDA
Efisiensi formula surfaktan dalam proses Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) dapat dievaluasi melalui kemampuan sistem mikroemulsi dalam melarutkan minyak dan air, yang direpresentasikan oleh solubilization ratio (SR). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi cosolvent dan salinitas terhadap pembentukan mikroemulsi fase tengah (Winsor Type III) pada sistem surfaktan anionik campuran sulfonated-carboxylated di dua kondisi reservoir berbeda. Studi ini bersifat kuantitatif dan menggunakan data sekunder hasil pengujian laboratorium PT Pertamina Hulu Rokan. Evaluasi dilakukan melalui uji phase behavior (salinity scan) dan perhitungan SR dengan parameter tetap berupa konsentrasi surfaktan, jenis cosolvent, rasio minyak-air, dan waktu inkubasi, sementara konsentrasi cosolvent EGBE dan salinitas divariasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi cosolvent menggeser optimum salinity ke nilai yang lebih tinggi, namun tidak menghasilkan peningkatan SR secara linier. Lapangan A (60°C) mencapai optimum salinity pada kisaran 1,85% dengan SR maksimum 32, sedangkan Lapangan B (85°C) menunjukkan optimum salinity yang lebih rendah, yaitu 1,30%, dengan kebutuhan cosolvent yang lebih kecil. Formula dengan SR optimum berkorelasi dengan pembentukan mikroemulsi Winsor Type III yang stabil dan cepat. Temuan ini menegaskan bahwa desain formula CEOR harus didasarkan pada keseimbangan parameter dan kesesuaian kondisi reservoir.
Advanced Technology, Rekayasa Transportasi dan Energi
YureikA
Pemanfaatan hasil peternakan di Indonesia masih belum dilakukan secara optimal, khususnya pada bulu domba yang cenderung memiliki nilai guna dan nilai jual rendah. Bulu domba lokal, seperti domba Wonosobo dan domba Batur, umumnya hanya dimanfaatkan secara terbatas, bahkan seringkali dibuang, meskipun memiliki karakteristik material yang berpotensi untuk dikembangkan. Di sisi lain, perkembangan industri fashion menunjukkan meningkatnya minat terhadap accessory sebagai medium ekspresi identitas dan tren budaya populer. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aplikasi bulu domba lokal sebagai material utama dalam perancangan fashion accessories dengan mengangkat tema Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba, yang pada tahun 2025 ini sedang mencapai titik tertinggi popularitasnya dikalangan masyarakat dunia, karena kekuatan karakter visual dan naratifnya yang mampu menarik minat generasi dewasa muda. Penelitian ini dilakukan dengan metode yang bersifat kualitatif dengan pendekatan eksploratif, yang meliputi studi literatur, observasi lapangan di peternakan domba, eksplorasi karakter visual, serta eksperimen material dan teknik, dengan teknik utama yang digunakan yaitu teknik felt dan sulam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bulu domba lokal memiliki potensi estetika dan fungsional yang signifikan apabila diolah dengan teknik yang tepat. Aplikasi karakter dan visual karakter dari Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba mampu diterjemahkan ke dalam bentuk fashion accessories yang memiliki identitas kuat, bernilai artistik, serta relevan dengan tren kontemporer. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemanfaatan material lokal, meningkatkan apresiasi terhadap produk kriya tekstil Indonesia, serta membuka peluang eksplorasi lanjutan pada perancangan fashion accessories berbasis budaya populer.
Industri Kreatif
ScourPredict Pro: Platform Prediksi Kedalaman Gerusan Lokal pada Pilar Jembatan Berbasis Machine Learning
ScourPredict Pro merupakan platform perangkat lunak berbasis Python (Streamlit) untuk memprediksi kedalaman gerusan lokal (local scour depth) pada pilar jembatan dengan membandingkan lima model machine learning XGBoost, Random Forest, Artificial Neural Network (ANN), Support Vector Regression (SVR), dan Linear Regression terhadap metode empiris HEC-18/CSU (Arneson et al., 2012). Platform ini mencakup alur analisis end-to-end mulai dari validasi kualitas data, rekayasa fitur hidraulik (Froude number, b/y, b/D50, V/Vc), pelatihan model dengan GridSearchCV, evaluasi multi-metrik (R², RMSE, MAE, NSE, PBIAS, RSR), uji signifikansi statistik (paired t-test, Wilcoxon, Diebold-Mariano), interval kepercayaan bootstrap, analisis Partial Dependence Plot dan SHAP untuk interpretabilitas model, klasifikasi otomatis kondisi clear-water dan live-bed berdasarkan rasio V/Vc, hingga regresi simbolik (PySR) untuk menurunkan formula eksplisit pengganti pendekatan black-box. Perangkat lunak ini menghasilkan laporan analisis otomatis dalam format PDF dan menyediakan fitur prediksi interaktif titik-tunggal, sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu pengambilan keputusan teknik dalam perencanaan infrastruktur jembatan di Indonesia.
Infrastruktur dan Kebencanaan, Teknologi Informasi dan Komunikasi
Hydrosense
HydroSense merupakan platform sistem informasi mutakhir berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang dirancang secara komprehensif untuk melakukan pemantauan (monitoring), analisis statistik, pemetaan spasial, serta penyusunan rekomendasi kebijakan tata kelola air secara real-time. Platform ini mengintegrasikan infrastruktur fisik berupa sensor kualitas air (mengukur parameter Turbidity, pH, dan Total Dissolved Solids / TDS), sensor level air pada tandon penyimpanan (WTP Tank, Ground Tank, Dorm Tank), dan sensor debit aliran air (flow meter) dengan modul perangkat lunak berbasis dasbor analitik. Guna meminimalisasi kehilangan air akibat kebocoran, HydroSense dilengkapi dengan algoritma deteksi dini kebocoran pipa (pipe leak detection) yang mengklasifikasikan status keandalan pipa ke dalam kategori Normal, Aware, dan Worry berbasis kalkulasi volume deviasi aliran secara mingguan. Lebih lanjut, platform ini menyajikan visualisasi spasial berbasis pemetaan geografis dua dimensi (Street View) dan satelit tiga dimensi (3D Satellite View) untuk memetakan titik isu lingkungan, pencemaran air, dan krisis pasokan air bersih, khususnya di wilayah terdampak seperti kawasan Jatinangor. Integrasi modul AI Reports di dalam sistem secara otomatis merumuskan rekomendasi kebijakan operasional taktis (seperti normalisasi pH dan pengendalian kekeruhan) guna mendukung pengambilan keputusan yang prediktif, preventif, dan responsif bagi pengelola fasilitas serta pemangku kepentingan. Kata Kunci: Monitoring Air, Kualitas Air, Dasbor Spasial, Deteksi Kebocoran Pipa, Rekomendasi Kebijakan AI, HydroSense.
Smart City, Teknologi Informasi dan Komunikasi
Rancangan Tapak (Site-Plan) Perumahan Relokasi Pasca Bencana Erupsi Gunung
Rancangan Tapak Perumahan Relokasi Pasca Bencana Erupsi Gunung yang telah diimplementasikan pasca erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang pada Tahun 2022 ini merupakan karya cipta di bidang arsitektur, perumahan, dan perencanaan kawasan yang dikembangkan sebagai pedoman penataan kawasan hunian relokasi bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Rancangan ini disusun melalui proses survei, pemetaan tapak, analisis kebutuhan hunian dan fasilitas pendukung, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk menghasilkan kawasan permukiman yang aman, layak huni, dan tangguh terhadap bencana. Erupsi Gunung Semeru pada akhir tahun 2021 menyebabkan kerusakan sekitar 1.970 unit rumah sehingga diperlukan penyediaan kawasan hunian permanen bagi masyarakat terdampak. Rancangan tapak dikembangkan pada lokasi relokasi prioritas di Desa Sumber Mujur dengan luas kawasan sekitar 81,55 hektare dan kapasitas perencanaan sebanyak 1.951 unit hunian yang berpotensi dikembangkan hingga sekitar 2.500 unit rumah. Konsep perancangan menerapkan prinsip permukiman tangguh bencana dengan mempertimbangkan kondisi topografi lahan, aksesibilitas, sistem sirkulasi, kebutuhan fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta keberlanjutan aktivitas sosial ekonomi masyarakat pascarelokasi. Desain kawasan menggunakan modul kapling tipikal berukuran 10 x 14 meter (140 m²) yang disusun berderet sebanyak 10 unit dan dipadukan dengan deretan kapling lainnya secara back-to-back sehingga membentuk blok berisi 20 rumah. Seluruh unit hunian dirancang menghadap relatif ke arah utara-selatan untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan. Sistem sirkulasi kawasan didukung oleh jalan lingkungan selebar 6 sampai 7 meter dan gang servis belakang selebar 1,5 meter yang berfungsi mendukung utilitas komunal serta aktivitas keseharian warga. Selain area hunian, rancangan mencakup penempatan dan integrasi berbagai fasilitas pendukung kawasan, antara lain gedung serbaguna, masjid, madrasah, sekolah, pasar, ruang terbuka hijau, serta kandang ternak bersama. Karya cipta ini menghasilkan rancangan tapak permukiman relokasi yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan, serta dapat menjadi referensi dalam pengembangan kawasan relokasi pascabencana di Indonesia, khususnya pada wilayah yang terdampak bencana geologi dan vulkanik. Kata kunci: perumahan relokasi, pascabencana, erupsi, rancangan tapak, permukiman tangguh bencana
Infrastruktur dan Kebencanaan
Apabila terdapat pihak yang berminat melakukan komersialisasi Kekayaan Intelektual, dipersilakan untuk menghubungi Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi.